SURABAYA — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus bersemi di era modern melalui sosok-sosok perempuan mandiri yang berani mengambil peran strategis di ruang publik. Salah satunya adalah Hamidah Apriani Eka Putri, S.Ak., seorang praktisi perpajakan yang membuktikan bahwa pendidikan dan keteguhan hati adalah modal utama perempuan untuk berdaya tanpa harus meninggalkan jati dirinya.
Lahir di Banyu Urip Lor, Surabaya, dan kini berdomisili di Menganti, Gresik, Hamidah merepresentasikan wajah perempuan masa kini: terdidik, profesional, dan memiliki kemandirian penuh dalam menentukan arah hidup.
Pendidikan Sebagai Fondasi Utama
Bagi Hamidah, pemikiran Kartini mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan bukan sekadar teks sejarah, melainkan prinsip hidup. Alumnus SMAN 3 Surabaya ini menempuh jalur akademik yang linear di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, mulai dari jenjang D3 hingga meraih gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak.).
Pendidikan tinggi inilah yang menjadi investasi utamanya untuk berkontribusi di bidang yang selama ini menuntut ketelitian tinggi dan integritas moral, yakni perpajakan.
Karier dan Komitmen Profesional
Meski telah memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk membuka praktik mandiri, Hamidah memilih jalan yang penuh proses. Saat ini, ia mendedikasikan keahliannya di CV. Lanjari Mitra Konsultindo, Sidoarjo. Perjalanan karier yang dimulai dari level staf ini dijalaninya dengan prinsip bahwa pengalaman lapangan adalah guru terbaik untuk membentuk profesionalisme dan etika profesi yang kuat.
“Saya bersyukur bisa menjadi perempuan Indonesia yang menjadi penerus cita-cita Ibu Kartini. Bagi saya, lingkungan kerja saat ini adalah ruang pembelajaran untuk menjadi konsultan pajak yang berintegritas,” ungkap Hamidah, Senin (20/04/2026).
Menembus Jarak, Mewujudkan Mimpi
Aktivitas keseharian Hamidah mencerminkan kegigihan fisik dan mental. Rutinitas perjalanan lintas kota yang menghubungkan Gresik – Surabaya – Sidoarjo ia jalani demi menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sekat-sekat keterbatasan yang dulu menghimpit perempuan kini telah runtuh oleh kemauan yang kuat.
Hamidah berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar tidak pernah takut untuk bermimpi besar. Menurutnya, setiap perempuan yang berani memperjuangkan haknya dan memberikan dampak positif bagi lingkungan adalah “Kartini Modern” di bidangnya masing-masing.
“Kartini modern adalah agen perubahan yang beradaptasi dengan tantangan zaman. Jangan takut bermimpi, karena dari mimpilah kita mewujudkan apa yang kita cita-citakan,” pungkasnya.













