Napak Tilas Perjuangan I Gusti Ngurah Rai di Karangasem, 30 Regu Siap Telusuri Jejak Sejarah

KARANGASEM — Wakil Bupati Karangasem, Guru Pandu, melepas peserta Pelacakan/Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di Lapangan Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karangasem. Sebanyak 30 regu ambil bagian dalam lomba yang terdiri atas 15 regu putra dan 15 regu putri.

Telusuri Jejak Perjuangan Pasukan Ciung Wanara

Para peserta akan menelusuri rute yang berkaitan dengan jejak perjuangan Pasukan Ciung Wanara di bawah pimpinan Letkol Inf. I Gusti Ngurah Rai.

Napak tilas berlangsung selama tiga hari, 15–17 Agustus 2026, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp90 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Guru Pandu menegaskan bahwa napak tilas tidak semata-mata menjadi kegiatan perlombaan atau menyusuri rute sejarah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan nilai patriotisme.

“Napak tilas bukan sekadar menyusuri jejak sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan patriotisme, disiplin, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

Pempatan Jadi Bagian Penting Sejarah Perjuangan

Desa Pempatan memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di Karangasem. Wilayah tersebut menjadi salah satu lintasan perjuangan Pasukan Ciung Wanara dan berkaitan dengan kiprah pejuang asal Karangasem, I Wayan Rahat, yang turut berjuang bersama pasukan I Gusti Ngurah Rai.

Nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para pejuang diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai-nilai tersebut perlu diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari upaya mempertahankan semangat kebangsaan.

Jadi Agenda Tahunan Pemkab Karangasem

Pemkab Karangasem menjadikan lomba napak tilas sebagai agenda tahunan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat, khususnya generasi muda, juga diajak tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara.

Dengan menyusuri kembali jejak perjuangan para pejuang, napak tilas diharapkan menjadi momentum untuk menghubungkan sejarah masa lalu dengan tanggung jawab generasi saat ini dalam menjaga persatuan dan membangun Karangasem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *