JAKARTA — Maskapai pembawa bendera nasional, Garuda Indonesia, bersama anak usahanya, Citilink, menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut periode peak season Hari Raya Idulfitri 1447 H. Melalui rilis resmi pada Kamis (12/3/2026), Garuda Indonesia Group mengumumkan penyediaan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia.
Kapasitas jumbo ini disiapkan khusus untuk periode perjalanan mulai 14 hingga 29 Maret 2026.
Rincian Kapasitas dan Tambahan Penerbangan
Dari total 1,3 juta kursi tersebut, Garuda Indonesia menyediakan 616 ribu kursi, sementara Citilink menyumbang 742 ribu kursi. Operasional ini didukung oleh total 7.634 frekuensi penerbangan.
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, menjelaskan bahwa pihaknya juga telah merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight) guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
-
Garuda Indonesia: 146 penerbangan tambahan.
-
Citilink: 303 penerbangan tambahan.
Rute Favorit dan Prediksi Puncak Arus Mudik
Garuda Indonesia memproyeksikan rute-rute dengan permintaan tertinggi untuk domestik meliputi tujuan Padang, Medan, Balikpapan, Pekanbaru, dan Jambi. Sementara untuk rute internasional, fokus utama berada pada Singapura, Jeddah, Madinah, dan Narita (Tokyo).
Adapun prediksi puncak arus mobilitas adalah sebagai berikut:
-
Puncak Arus Mudik: diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
-
Puncak Arus Balik: diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.
Stimulus Pemerintah: Harga Tiket Lebih Terjangkau
Kabar baik bagi para pemudik, harga tiket kelas ekonomi domestik akan mendapatkan potongan harga pada kisaran 13% hingga 18%. Hal ini merupakan dampak dari implementasi stimulus pemerintah yang meliputi:
-
PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100%.
-
Penyesuaian Passenger Service Charge (PSC).
-
Penyesuaian fuel surcharge.
“Kami memastikan penetapan harga tiket tetap mengacu pada aturan Tarif Batas Atas (TBA). Dengan adanya stimulus ini, kami harap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik,” ujar Dani Haikal.
Kesiapan Armada dan Layanan
Untuk menjaga ketepatan waktu (On-Time Performance), Garuda Indonesia Group menyiagakan 101 armada, yang terdiri dari 60 armada utama Garuda (termasuk Boeing 777-300ER dan Airbus A330) serta 41 armada Citilink.
Seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan awak pesawat, perawatan armada secara berkala, hingga mitigasi kendala di lapangan (irregularities), telah disiapkan secara menyeluruh melalui pengaktifan Posko Lebaran di sejumlah hub utama.












