Dusun Terpencil di Desa Klitih Jombang Dijadikan Tempat Penelitian Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Jombang – Kuliah Lapangan Geologi (KLG) adalah bagian dari rangkaian mata kuliah wajib di Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, yaitu Metode Geologi Lapangan, Kuliah Lapangan Geologi, dan Pemetaan Geologi.

Pemetaan Geologi dilaksanakan agar mahasiswa dapat menerapkan teknik dasar pemetaan geologi, pengambilan data, pengolahan data dan penyusunan laporan dalam bentuk peta geologi maupun poster.

Tujuan dari Kuliah Lapangan Geologi tersebut adalah mahasiswa dapat secara mandiri melakukan kerja lapangan serta dapat memahami kondisi lapangan yang baik dengan hasil peta geologi yang baik, teliti, dan berdasar atas data lapangan yang obyektif.

Kegiatan tersebut melalui beberapa tahap yaitu mengenal praktek keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, orientasi medan, penggunaan alat, pengambilan sampel, dan pencatatan lintasan geologi, dan penyusunan laporan.

Menurut salah satu mahasiswa (Maselie Rahman) dalam perbincangan dengan Media SalamOlahraga.com (3/8/2024) menerangkan bahwa kegiatan pemetaan geologi ini dilaksanakan selama tiga minggu dari tanggal 15 Juli dan berakhir tanggal 5 Agustus 2024 oleh lima mahasiswa Teknik Geologi FT UGM yaitu Fikrurrahman, Althaf Baihaqi, Masalie Rahman, Hilda Galuh Arindri, dan Chindy Prasetya Ningsih Ugar.

Dalam proses pemetaan daerah setempat, terdapat kendala dalam akses transportasi/akses jalan. Jalanan pada daerah ini masih merupakan batuan asli daerah setempat yang licin sehingga jalan pada daerah ini memerlukan perbaikan dan perhatian khusus.

Selain itu, keterjangkauan jaringan juga masih menjadi kendala dalam komunikasi. Beberapa tempat masih bergantung pada jaringan Wi-Fi pada pemukiman sehingga jika jauh dari pemukiman, maka akses jaringan akan sulit didapatkan.

“Pada intinya kami juga berharap kepada Pemerintah Daerah setempat untuk membangunkan akses jalan untuk mempermudah warga Dusun Rapahombo melakukan aktivitas,” ujar salah 1 mahasiswa.

Di balik kendala tersebut, Dusun Rapah Ombo memiliki lingkungan yang masih terjaga. Daerah dengan minim polusi dan masyarakat yang begitu ramah. Hal ini menjadikan Dusun Rapah Ombo menjadi tempat yang nyaman untuk mereka singgahi selama pengambilan data lapangan.

Penulis: SUPARLANEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *