Pentas wayang kulit 34 jam nonstop dengan melibatkan 25 dalang lokal Karanganyar digelar di kediaman Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto Suruh, Tasikmadu Karanganyar.
Pertunjukan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya Indonesia. Wayang Indonesia ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan Indonesia yang diakui dunia pada 7 November 2003.
Acara yang digelar untuk memperingati Hari Wayang Dunia ke-10 ini dibuka dengan pertunjukan dalang kondang Ki Purbo Asmoro.
Acara ini juga dihadiri oleh pasangan calon Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Gubernur Andika Perkasa – Hendi, calon Bupati Karanganyar Rober Christanto, Ketua DPRD Bagus Selo dan anggota fraksi PDI-P DPRD Karanganyar.
Sumanto memang dikenal sebagai tokoh yang peduli dengan kesenian tradisional, salah satunya adalah wayang kulit, bahkan setiap satu bulan sekali menggelar pertunjukan wayang kulit di Joglo kediamanannya.
Sumanto memaparkan, “Dalam pagelaran wayang kali ini nonstop selama 34 jam dan dihentikan sementara saat sholat Jumat dengan melibatkan 25 dalang,” jelasnya.
Sementara itu calon Gubernur Andika menyampaikan, “Menjaga, mempertahankan dan melestarikan seni budaya wayang agar tetap lestari adalah tugas kita bersama. Tugas utama yang lebih besar adalah bagaimana melestarikan ini secara profesional, dan itu hanya bisa dilakukan jika dijadikan sebagai sebuah industri. Mas Manto ini sudah berusaha, sebagai individu ya, sebagai Ketua DPRD sudah berusaha,” papar Andika.
Dalam kesempatan ini dilakukan deklarasi dukungan untuk Andika – Hendi sebagai Cagub dan Cawagub juga paslon Rober Christanto dan Adhe Eliana yang maju dalam Pilkada Karanganyar.
Dukungan dibacakan oleh Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar, Dwi Aji Santoso dan Ketua Paguyuban Petani Tebu, Joko Harsono dalam deklarasinya.
“Terimakasih hari ini telah memberikan deklarasi dukungannya, kami punya optimisme, ya kita harus berikhtiar berusaha, dan hari ini sudah jauh lebih baik,” tandas Andika.
Sebelum pagelaran wayang kulit 36 jam nonstop dimulai, Andika menyerahkan wayang Gatutkaca kepada dalang Ki Purbo Asmoro, sementara gunungan diserahkan oleh calon Wakil Gubernur Hendi kepada Ki Dwi Aji Santoso.














