Ditetapkan Tersangka Kasus Pornografi, Yai Mim Buka Suara: Saya Siap Dipenjara, Bukan Cari Menang Pakai Uang!

MALANG — Imam Muslimin alias Yai Mim, eks dosen UIN Malang yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi, akhirnya angkat bicara. Melalui sebuah pernyataan video yang beredar pada Rabu (7/1/2026), sosok yang dilaporkan oleh Nurul Sahara ini menunjukkan sikap yang tak terduga dalam menghadapi proses hukumnya.

Bukannya menghindar, Yai Mim justru menyatakan menerima status tersangka tersebut dengan lapang dada dan mengaku tidak akan melakukan upaya-upaya di luar jalur hukum yang murni.

Junjung Keadilan di Atas Uang

Dalam pernyataannya, Yai Mim menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan kekuatan materi atau uang untuk memenangkan perkara yang menjeratnya. Ia mengaku lebih memilih “kalah” secara terhormat demi menjunjung nilai kebenaran.

“Alhamdulillah Yai Mim tersangka dalam kasus pornografi atas laporan Sahara. Persoalan bagaimana status tersangka atau apa, saya tidak tahu menahu. Saya tidak mau mengeluarkan uang untuk menang. Biarkan saya kalah. Keadilan dan kebenaran yang saya junjung, bukan menang atau uang,” tegas Yai Mim dalam video tersebut.

Siap Hadapi Dinginnya Jeruji Besi

Lebih jauh, pria yang memiliki pengaruh di lingkungan akademis dan sosial tersebut menyatakan kesiapannya untuk menjalani hukuman fisik jika memang terbukti bersalah di pengadilan nanti. Pernyataan ini cukup mengejutkan publik karena dianggap sebagai sikap yang sangat pasrah sekaligus menantang pembuktian di meja hijau.

“Jika terbukti bersalah, saya siap untuk dipenjara,” tambahnya singkat namun padat.

Polisi Segera Lakukan Pemeriksaan Lanjutan

Di sisi lain, pihak Polresta Malang Kota melalui Kasihumas Ipda Yudi Risdiyanto telah menyatakan bahwa seluruh alat bukti dan unsur pidana telah terpenuhi untuk menaikkan status Yai Mim menjadi tersangka. Agenda selanjutnya adalah pemeriksaan intensif terhadap tersangka guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Kasus yang bermula dari laporan Nurul Sahara ini terus menjadi pusat perhatian warga Malang Raya, mengingat latar belakang tersangka sebagai tokoh pendidik yang cukup dikenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *