Ditawar Rp180 Juta, Pembuat Patung “Macan Kuda Nil” di Kediri Menolak Menjual

KEDIRI – Patung macan putih di Desa Balungjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, terus menjadi pusat perhatian. Meski sempat viral dan menjadi bahan perbincangan netizen karena bentuknya yang dinilai lebih mirip kuda nil, patung unik ini ternyata memiliki nilai jual yang fantastis.

Suwarni, sang pembuat patung, mengungkapkan bahwa karya seninya tersebut pernah ditawar oleh seorang kolektor asal Bali dengan harga mencapai Rp180 juta. Namun, tawaran menggiurkan tersebut ditolaknya mentah-mentah.

“Sempat ada yang menawar sampai Rp180 juta, katanya orang Bali, tapi saya tolak,” ungkap Suwarni saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Jadi Destinasi Wisata Dadakan

Sejak viral di media sosial, Desa Balungjeruk kini berubah menjadi destinasi wisata dadakan. Banyak wisatawan dari luar daerah yang penasaran dan datang langsung hanya untuk berswafoto dengan patung yang dianggap ikonik tersebut.

Fenomena ini membawa berkah tersendiri bagi warga setempat. Geliat ekonomi desa mulai tumbuh seiring dengan banyaknya pengunjung yang datang dan berbelanja di warung-warung milik masyarakat sekitar.

Kebangkitan Ekonomi UMKM Desa

Kepala Desa Balungjeruk, Safi’i, mengaku bersyukur atas dampak positif yang dibawa oleh keberadaan patung macan putih tersebut. Ia menilai popularitas patung ini mampu membangkitkan roda ekonomi warga yang sebelumnya lesu.

“Harapan ke depan, patung macan putih ini terus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan kesejahteraan warga dan pelaku UMKM,” ujar Safi’i.

Pihak desa berencana akan terus mengembangkan potensi wisata di sekitar lokasi patung agar kenyamanan pengunjung terjaga dan ekonomi masyarakat Desa Balungjeruk semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *