Dirjen Badilag: “Justice for All Bukan Slogan!” Peradilan Agama Diminta Inklusif bagi Kaum Rentan

JAKARTA – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menegaskan bahwa prinsip keadilan bagi semua (Justice for All) harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar janji. Penegasan ini disampaikan saat membuka Training of Trainers (ToT) Bimbingan Teknis Kaum Rentan Berhadapan dengan Hukum di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Selasa (8/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Oktober 2025 ini bertujuan memperkuat kapasitas peradilan yang berpihak pada kelompok yang kerap tersisih dari akses keadilan. Peserta ToT adalah para Hakim Tinggi dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Dalam sambutannya, Muchlis menekankan urgensi pembangunan sistem peradilan yang adil, humanis, dan inklusif. Ia menyoroti kelompok rentan, seperti anak-anak, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin, yang sering kali kesulitan mengakses keadilan.

“Kaum rentan tidak boleh hanya menjadi pengamat di atas meja peradilan; mereka harus menjadi bagian dari proses peradilan itu sendiri,” ujar Muchlis.

Muchlis menjelaskan bahwa ToT ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi hakim agar mampu memberikan pelayanan hukum yang responsif dan berkeadilan sosial. Para peserta diharapkan tidak hanya menjadi trainer (pelatih), tetapi juga agen perubahan di wilayah masing-masing untuk menularkan pemahaman keadilan yang inklusif di lingkungan peradilan agama.

Ia memaparkan empat fokus utama yang akan dibahas dalam pelatihan, yaitu:

  1. Empati dan Sensitivitas: Memahami perspektif dan pengalaman kaum rentan.
  2. Kompetensi Teknis: Menguasai prosedur perlindungan hukum yang aplikatif.
  3. Keterampilan Komunikasi: Menyampaikan hukum dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
  4. Strategi Pelatihan: Membangun kapasitas aparatur peradilan secara berkelanjutan.

Kegiatan ToT ini menghadirkan narasumber utama dari Mahkamah Agung RI, akademisi, dan praktisi hukum.

Di akhir sambutannya, Muchlis mengajak seluruh peserta untuk aktif bertukar gagasan. “Lepaskan segala keraguan, ajukan pertanyaan-pertanyaan kritis, karena setiap ilmu yang kita dapat hari ini akan sangat berguna untuk memastikan akses keadilan bagi semua,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag.; Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Dr. Dra. Hj. Siti Zurbaniyah, S.H., M.H.; Analis Kebijakan Ahli Madya Lembaga Administrasi Negara, Rusma Dwiyana, S.H., M.Hum; serta Kepala Subdirektorat Pengembangan Tenaga Teknis Peradilan, Rina Herlina, S.H., M.H., yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana.

ToT ini diharapkan mampu memperkuat komitmen Badilag dan seluruh aparatur peradilan agama untuk mewujudkan Justice for All sebagai semangat nyata.

Penulis: DIRMAN SAPUTRAEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *