KENDARI — Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari resmi mengakhiri masa Siaga Khusus Lebaran 2026 yang berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan keselamatan pemudik dan pengunjung di titik-titik strategis wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin, mengungkapkan bahwa personel dikerahkan secara intensif untuk mengawasi akses transportasi utama dan destinasi hiburan masyarakat.
Pemantauan Ketat di Objek Wisata dan Pelabuhan
Selama periode siaga, tim Basarnas melakukan pengawasan di bandara, pelabuhan penyeberangan, serta berbagai objek wisata populer di wilayah kendari, Buton, hingga Kolaka. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur panjang Idulfitri.
“Kami melakukan pemantauan di titik-titik krusial wilayah kerja kami guna menjamin respons cepat jika terjadi kondisi darurat,” jelas Amiruddin, Senin (30/3/2026).
Laporan Tiga Operasi SAR Selama Masa Siaga
Meski secara umum situasi terpantau kondusif, Basarnas Kendari mencatat terdapat tiga insiden yang memerlukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR):
-
Kecelakaan Laut di Perairan Ereke: Seorang nelayan dilaporkan terjatuh dari perahunya (man overboard). Setelah dilakukan pencarian intensif selama tujuh hari sesuai prosedur, korban belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
-
Longsor di Baubau: Seorang operator ekskavator tertimbun longsor saat bekerja. Tim SAR berhasil mengevakuasi korban, namun dalam kondisi meninggal dunia.
-
Warga Hilang di Buton Tengah: Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR hari kedua masih berlangsung untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang saat menuju kebun.
Objek Wisata Terpantau Aman
Di balik catatan operasi tersebut, Amiruddin memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pengelola tempat wisata. Berdasarkan hasil pantauan lapangan, area wisata di wilayah Sulawesi Tenggara tidak mencatatkan insiden kecelakaan pengunjung selama masa liburan.
“Alhamdulillah, khusus pemantauan di objek wisata, tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Semua berjalan aman dan lancar berkat kerja sama semua pihak,” tutup Amiruddin.












