Badan Gizi Nasional Bongkar Praktik “Ternak Yayasan” di Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) merilis temuan mengejutkan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program strategis nasional yang dirancang untuk penguatan nutrisi masyarakat ini justru ditemukan menjadi ladang penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang berorientasi pada keuntungan bisnis semata.

Fenomena yang kini tengah diinvestigasi secara mendalam oleh BGN adalah munculnya praktik “ternak yayasan”. Modus ini melibatkan oknum yang mendirikan banyak yayasan sekaligus hanya sebagai kedok untuk mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penyimpangan Syarat Kemanusiaan

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa pada awalnya BGN memberikan prioritas kepada yayasan pendidikan, sosial, atau keagamaan untuk menjadi mitra pengelola dapur MBG.

“Di awal, mitra memang bisa dalam bentuk CV atau PT, tetapi yang sangat kami utamakan adalah yayasan. Syaratnya pun jelas, harus memiliki fokus pada bidang pendidikan, sosial, atau keagamaan guna menjaga nilai kemanusiaan program ini,” ujar Nanik dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Namun, tingginya permintaan dan target luas dari program MBG justru dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk mendirikan yayasan-yayasan baru secara instan. Yayasan-yayasan ini diduga hanya berfungsi sebagai badan hukum formal untuk mendapatkan kontrak pengelolaan SPPG tanpa memiliki rekam jejak sosial yang nyata.

Orientasi Bisnis Murni yang Mengkhawatirkan

Temuan di lapangan menunjukkan adanya satu pihak atau kelompok yang mengelola banyak titik SPPG sekaligus. Hal ini memicu kekhawatiran BGN terkait penurunan kualitas gizi makanan karena pengelolaan yang lebih condong ke arah orientasi laba (profit-oriented) dibandingkan pelayanan sosial.

Pihak BGN mencatat bahwa munculnya “ternak yayasan” ini menjadi tantangan serius dalam menjaga integritas program. “Banyak pihak mendirikan yayasan hanya sebagai kedok untuk mengelola dapur MBG, terlepas dari apa bidang fokus awal mereka,” tambahnya.

Langkah Tegas dan Evaluasi Kemitraan

Merespons temuan ini, Badan Gizi Nasional menegaskan akan memperketat proses verifikasi dan melakukan audit menyeluruh terhadap para mitra SPPG. Langkah investigasi ini diharapkan dapat menyaring mitra-mitra yang benar-benar kompeten dan memiliki integritas dalam menjalankan program kemanusiaan ini.

Ke depannya, BGN akan memastikan bahwa setiap SPPG dikelola oleh pihak yang tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga kapasitas dan niat murni untuk mendukung perbaikan gizi nasional bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *