KLATEN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten bergerak cepat menyiapkan strategi guna mengantisipasi lonjakan volume sampah selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Melalui penyiagaan personel khusus dan edukasi masyarakat, DLH berkomitmen menjaga kebersihan wilayah “Kota Bersinar” di tengah euforia libur lebaran.
Sekretaris DLH Klaten, Waluya, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah diperketat demi memastikan kenyamanan dan estetika kota tetap terjaga, Senin (16/3/2026).
Tim Sapu Jagat Siaga di Pusat Keramaian
Guna menangani timbulan sampah di area perkotaan, DLH Klaten telah membentuk “Tim Sapu Jagat”. Pasukan kebersihan ini akan bekerja secara bergantian (sistem shift) untuk menyisir sampah di jalan-jalan protokol dan pusat aktivitas warga.
“Kami sudah menjadwalkan tim tersebut untuk saling mengisi, liburnya bergantian. Sehingga kenyamanan, kebersihan, dan keindahan kota tetap terjaga meski saat hari raya,” jelas Waluya.
Selain pengerahan tim, kantong-kantong sampah berkapasitas besar akan disiagakan di titik-titik krusial, antara lain:
-
Jalur Protokol Kota
-
Alun-alun Klaten
-
Kawasan Masjid Agung Al-Aqsha
-
Destinasi Wisata Populer
Imbauan Shalat Id Tanpa Alas Koran
Sebagai upaya menekan jumlah sampah dari hulu, DLH Klaten mengeluarkan imbauan khusus bagi jamaah yang akan melaksanakan Shalat Idulfitri. Masyarakat diminta untuk membawa sajadah atau tikar sendiri dari rumah guna menghindari penggunaan kertas koran yang kerap menjadi sampah sisa di lapangan.
Tak hanya itu, masyarakat juga didorong untuk selalu membawa botol minum sendiri (tumbler) guna mengurangi konsumsi plastik sekali pakai yang menjadi penyumbang terbesar sampah residu.
Gerakan Olah Sampah dari Rumah
Waluya juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memperpanjang usia pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA). DLH bekerja sama dengan OPD terkait untuk mengedukasi warga agar melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Harapan kami, tidak semua sampah lari ke TPA. Masyarakat bisa memanfaatkan sampah organik menjadi kompos atau menyalurkan sampah anorganik seperti plastik dan kardus ke bank sampah atau pengumpul barang bekas. Yang masuk ke TPA seharusnya hanya sampah residu saja,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi antara kesiagaan petugas dan kesadaran masyarakat, Pemerintah Kabupaten Klaten optimis dapat mewujudkan suasana lebaran yang bersih dan nyaman bagi pemudik maupun warga lokal.












