Ada Apa dengan Sekda Jombang? Pertanyaan Publik Mengemuka di 100 Hari Kerja Abah Bupati Warsubi

Kalimat “Ada apa dengan Sekda Jombang?” menjadi pertanyaan yang ramai dibicarakan masyarakat di tengah momentum 100 hari kerja Bupati Jombang, Abah Warsubi. Isu ini mencuat bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi pers Pemerintah Kabupaten Jombang pada Rabu (7/5/2025) di Media Center Pemkab Jombang, Kompleks Kantor Pemkab.

Press conference tersebut diumumkan mendadak melalui grup WhatsApp dan disebar luas ke kalangan wartawan. Kehadiran sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menambah spekulasi publik atas isu yang beredar. Namun, Bupati Warsubi sendiri belum hadir karena menjalani agenda di Kecamatan Gudo.

Konferensi dibuka oleh Asisten I Bupati yang memimpin jalannya acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut adanya oknum tenaga ahli Bupati yang disebut meminta data dan jatah proyek dari sejumlah OPD.

“Kami hadir untuk bertabayun, menanggapi pemberitaan yang sudah terlanjur menyebar luas, dan agar tidak liar. Maka, kami hadirkan semua pimpinan OPD dan BUMD untuk menyampaikan langsung kepada rekan-rekan media,” ujarnya.

Selanjutnya, satu per satu perwakilan OPD menyatakan bahwa tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam pelaksanaan program maupun pengelolaan anggaran. Hal ini disampaikan langsung oleh 29 Kepala OPD dan 3 pimpinan BUMD, termasuk dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo, akhirnya mengambil alih podium dan menyatakan bahwa tidak ada intervensi dari tenaga ahli Bupati maupun pihak lain.

“Sampai hari ini, saya pastikan semua kegiatan di lingkup Pemkab, termasuk di Sekretariat Daerah, berjalan sesuai jalur. Tidak ada intervensi dalam bentuk apapun,” tegas Sekda.

Namun, ketika salah satu wartawan senior sekaligus Ketua IWOI Jombang menyoroti bahwa pemberitaan sebelumnya sarat kepentingan politis dan perlu adanya hak jawab dari media terkait sumber OPD yang disebut, Sekda langsung menutup acara tanpa memberikan tanggapan.

Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan insan pers yang hadir. Beberapa menyayangkan tidak adanya klarifikasi lebih lanjut terkait substansi pemberitaan sebelumnya, yang justru menjadi dasar diadakannya konferensi pers ini.

Kini, publik Jombang menanti, apakah polemik ini akan terus bergulir atau berakhir begitu saja tanpa jawaban yang memuaskan.

Penulis: DEDY F. ROSYADI, S.Pd., M.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *