TRAINING DIVER RESCUE 2024

MALANG JAWA TIMUR – Asosiasi Profesi Keselamatan Safety Indonesia (AKSI) Life Saving mengadakan kegiatan Training Diver Rescue yang dilaksanakan di Telaga Lawang Malang Jawa Timur (Salsabila Edu Park) yang merupakan salah satu telaga peninggalan Belanda.

Peserta sudah ada yang hadir sejak hari Kamis, 16 Mei 2024. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tanggal 17 Mei 2024 hingga tanggal 20 Mei 2024 malam. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 26 peserta potensi SAR yang berasal dari berbagai komunitas relawan kemanusiaan di sekitar daerah Jawa Timur (Malang sekitarnya hingga Pare Kediri) seperti utusan Pramuka Peduli Kota Malang, SAKA SAR Pramuka Kota Malang dan Surabaya, atlit renang putri Kota Pasuruan, Komunitas Rafting Probolinggo, Indonesian Disaster Emergency Response Unit (IDERU) Jawa Timur, Puslatsus Marinir dll. Terdapat pula peserta terjauh yaitu dari DKI Jakarta Sdr. Norman Edwin (unsur perorangan/pribadi) yang kesehariannya bekerja di Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta yang sudah pernah mengikuti kegiatan menyelam open water di POSSI, serta Kak Opunk salah satu Pamong Saka SAR Pramuka Jakarta Timur yang juga pernah mengikuti Helicopter Underwater Escape Training (HUET) dan training selam water survival di LAKESPRA TNI AU.

Dalam kegiatan tersebut peserta diberikan pelatihan-pelatihan (teori dan praktek) menyelam dari mulai pengenalan alat-alat selam sampai merakit alat selam serta menyelam di kedalaman dengan mata tertutup dan di arus deras (sungai berarus deras) hingga menyelam di malam hari yang zero visibility.

Instruktur Diver Rescue yang akrab disapa “Om/Le’ Badai” (yang memiliki nama lengkap Badai Vana Prastha) yang juga sebagai pendiri Asosiasi Profesi Keselamatan Safety Indonesia (AKSI) mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut dengan biaya swadaya/mandiri peserta, bertujuan untuk membekali para potensi SAR/relawan tentang ilmu-ilmu penyelaman di dasar air dengan kondisi air keruh/nol jarak pandang (Dive Rescue) dengan berbagai resiko bahaya dan tantangannya.

Ada perbedaan keilmuan antara Rescue Diver dan Diver Rescue. Bila Rescue Diver adalah penyelamatan/penyelaman dengan kondisi air jernih yang sudah diatur oleh peraturan penyelaman Internasional, sedangkan Diver Rescue adalah penyelamatan untuk menolong/menemukan korban dibawah air/dasar air dengan kondisi air keruh/dasar air tidak dapat dilihat serta terdapat arus deras.

Ada hal yang menarik dalam kegiatan tersebut karena diikuti oleh 3 orang peserta dari utusan Puslatsus Marinir yang tentunya sudah berpengalaman di bidang penyelamatan dibawah air, namun mereka mengatakan bahwa materi-materi yang diberikan belum pernah mereka dapatkan sebelumnya dan sangat penting untuk Team Rescue (Operasi SAR) di lapangan, sehingga ini menjadi bahan keilmuan baru bagi peserta Puslatsus Marinir yang bisa diterapkan di kesatuan.

Harapan sebagian besar peserta adalah kegiatan tersebut bisa berlanjut untuk teknik-teknik lanjutan dan bisa dilakukan di daerah-daerah lainnya. Seperti peserta yang bernama Berna peserta kelas XI SMA dari Rumah Lansia Gusdurian Kediri Pare yang datang bersama 2 saudaranya.

Mereka sangat senang karena mendapatkan banyak ilmu dengan biaya yang bisa dijangkau oleh kantong pelajar. Biaya hanya sekitar 300ribuan saja tapi sudah dapat makan/konsumsi selama kegiatan, tempat menginap, dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *