JOMBANG — Rangkaian perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi mencapai puncaknya. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031.
Dalam proses pemungutan suara yang berlangsung ketat, Gus Kikin berhasil mengantongi 472 suara dari total 2.397 suara sah yang masuk dari perwakilan Pengurus Cabang (PCNU) dan Pengurus Wilayah (PWNU) se-Indonesia serta Cabang Istimewa di luar negeri.
Terpilihnya Gus Kikin mencatatkan sejarah penting bagi jam’iyah NU. Selain memimpin Pondok Pesantren Tebuireng, beliau merupakan cicit atau dzurriyah langsung dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.
Duet Kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU 2026–2031
Dengan tuntasnya seluruh tahapan pemilihan, Muktamar ke-35 NU resmi menetapkan duet kepemimpinan tertinggi PBNU untuk lima tahun mendatang:
Rais Aam PBNU: KH Miftachul Akhyar (Terpilih melalui musyawarah mufakat 9 Ulama AHWA).
Ketua Umum PBNU: KH Abdul Hakim Mahfudz / Gus Kikin (Terpilih melalui pemungutan suara majelis muktamirin).
Sebelumnya, sembilan kiai sepuh yang tergabung dalam jajaran Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) menetapkan posisi Rais Aam. Sembilan ulama tersebut adalah KH Nurul Huda Jazuli, Tgk. KH Nuruzzahdi Yahya, AG. Dr. KH Baharuddin HS, M.A., KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, Dr. KH Abun Bunyamin, KH Anwar Mansyur, dan KH Said Aqil Siroj.
Tim Formatur Segera Susun Kepengurusan Lengkap
Pasca-penetapan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih, susunan lengkap jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026–2031 akan segera dirumuskan oleh Tim Formatur bersama Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih.
Struktur kepengurusan lengkap jajaran Syuriah, Tanfidziyah, serta lembaga-lembaga otonom PBNU direncanakan akan diumumkan secara resmi ke publik dalam waktu singkat sebelum penutupan akhir Muktamar ke-35 NU.












