SIDOARJO — Komunitas Gusdurian Sidoarjo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film “Republik Tepung” yang dilanjutkan dengan sesi sharing session di GKJW Sidoarjo, Jumat (21/8/2026) malam.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Gus Dur ke-16 ini mengusung tema “Merusak Alam, Merusak Kemanusiaan”. Agenda ini dihadiri sekitar 50 peserta perwakilan dari berbagai lintas iman dan organisasi, seperti GKJW, GKI, Katolik, Klenteng, GPIB, WALHI Jatim, LBH Brawijaya, PMII Umsida, PC IPNU Sidoarjo, hingga civitas akademika Unipra dan Universitas WR Supratman.
Refleksi Hubungan Ekologi dan Kemanusiaan
Sesi diskusi pasca pemutaran film menghadirkan narasumber S. Sumriyah dari WALHI Jawa Timur serta Pdt. Noven Rudy N. dari GKJW Sidoarjo, dengan dipandu moderator Alief Noor Rochman.
Koordinator Gusdurian Sidoarjo, Febriyanti Ryan Ariyani, menegaskan bahwa pemutaran film ini dirancang sebagai ruang refleksi untuk melihat krisis lingkungan dan dampaknya terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Semangat Gus Dur mengajarkan kita untuk terus berpihak pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan. Kerusakan alam pada akhirnya berdampak langsung terhadap kehidupan manusia, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan. Menjaga alam merupakan bagian tak terpisahkan dari menjaga kemanusiaan,” ujar Febriyanti.
Pdt. Noven Rudy N. dan S. Sumriyah dalam paparannya menggarisbawahi pentingnya membangun gerakan bersama lintas elemen masyarakat dalam mengawal isu-isu ekologis, menjaga kelestarian lingkungan, serta meneladani pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam membela keadilan sosial.














