JOMBANG — Memperingati rangkaian pra-Muktamar ke-35 NU, Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur menggelar Sowan dan Istighosah Akbar di Serambi Masjid Utama Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini diikuti oleh 1.500 kader IPPNU se-Jawa Timur, diisi dengan ijazahan serta pembedahan Kitab Adab ‘Alim Wa Muta’allim karya pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Pedoman Moral dan Pendidikan Karakter Pesantren
Masyayikh PP Tebuireng, KH M. Hasyim, hadir menyampaikan penjelasan mendalam terkait kitab klasik tulisan Hadratussyaikh pada Subuh, 21 Jumadil Akhir 1343 H (1925 M) tersebut. Kitab ini merupakan fundamen utama pendidikan karakter serta penjaga marwah ilmu di lingkungan pesantren.
“Kitab Adab ‘Alim Wa Muta’allim merupakan rujukan utama yang mengulas etika, akhlak, serta tata krama hubungan antara guru (‘alim) dan murid (muta’allim) dalam proses mentransfer ilmu,” jelas KH M. Hasyim.
Empat Pokok Bahasan Utama Kitab
Pemaparan materi menekankan empat bab krusial dalam kitab tersebut, yaitu:
Keutamaan Ilmu dan Ulama: Menjelaskan kemuliaan penuntut ilmu serta pentingnya menyebarkan ilmu dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
Adab Guru (‘Alim): Panduan etika pendidik saat mengajar, membimbing murid secara adil, dan menjaga wibawa ilmu.
Adab Murid (Muta’allim): Tata krama menuntut ilmu, menghormati guru, serta cara memperlakukan kitab dan bahan ajar.
Etika Pelajaran: Metode belajar yang benar, manajemen waktu, hingga komitmen mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.













