PEMALANG – Sebanyak 194 peserta mengikuti KOS MABI (Kursus Orientasi Singkat Majelis Pembimbing) dan Karang Pamitran Sako Pramuka Ma’arif NU Cabang Pemalang yang digelar di Objek Wisata Bukit Tangkeban, Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Rabu–Kamis (22–23/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi pembina sekaligus menanamkan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka.
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang, Pusdiklat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Pengurus Sako Pramuka Ma’arif NU, serta tamu undangan dari berbagai unsur.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sukarso, S.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“Pendidikan yang paling utama adalah pendidikan karakter. Melalui Gerakan Pramuka, anak-anak dilatih menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Pramuka Jadi Wadah Penguatan Karakter
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Sarif Hidayat, mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai agar materi dan pengalaman yang diberikan dapat diperoleh secara maksimal.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui teori di dalam kelas. Pembentukan karakter juga membutuhkan pembiasaan melalui aktivitas nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kepramukaan dan perkemahan dinilai menjadi salah satu sarana untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Ketika anak terbiasa mencuci piring sendiri, membersihkan lingkungan, mengatur perlengkapan, dan melaksanakan tugas-tugas sederhana selama perkemahan, sesungguhnya mereka sedang belajar membangun rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian,” tutur Sarif.
“Kebiasaan-kebiasaan inilah yang kelak akan membentuk karakter mereka dalam kehidupan bermasyarakat,” sambungnya.
Peserta Dibekali Kepemimpinan hingga Manajemen Organisasi
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan kepramukaan.
Materi tersebut meliputi kepemimpinan, manajemen organisasi, metode pembinaan Pramuka, pendidikan karakter, hingga praktik lapangan.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pembina dan Majelis Pembimbing Sako Pramuka Ma’arif NU agar mampu menjalankan proses pembinaan secara lebih efektif.
Melalui KOS MABI dan Karang Pamitran tersebut, Sako Pramuka Ma’arif NU Cabang Pemalang berharap dapat melahirkan pembina Pramuka yang profesional dan berintegritas.
Para pembina juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta ke-NU-an kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan.
Dorong Lahirnya Generasi Religius dan Mandiri
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Sako Pramuka Ma’arif NU Cabang Pemalang dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di lingkungan madrasah dan sekolah Ma’arif.
Pembinaan melalui Gerakan Pramuka diharapkan tidak hanya membentuk keterampilan peserta didik, tetapi juga menumbuhkan karakter religius, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta berakhlakul karimah.
Dengan penguatan kapasitas para pembina dan Majelis Pembimbing, Sako Pramuka Ma’arif NU Cabang Pemalang berharap dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.













