JAKARTA — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mendorong kalangan mahasiswa untuk mengubah pola pikir dan berani mengambil langkah menjadi wirausaha (entrepreneur) setelah lulus. Himbauan ini disampaikan sebagai salah satu solusi strategis merespons tingginya angka pengangguran di Indonesia yang saat ini telah menyentuh angka 7,2 juta orang.
Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (6/9/2026), Maman menyoroti kecenderungan lulusan perguruan tinggi yang masih terpaku pada tujuan mencari kerja, alih-alih membuka lapangan pekerjaan baru.
“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” ungkap Maman.
Lebih lanjut, Menteri UMKM memaparkan bahwa salah satu faktor utama yang memicu tingginya angka pengangguran adalah tingginya ketergantungan angkatan kerja pada ketersediaan lapangan di sektor formal. Berdasarkan data saat ini, tercatat sebanyak 85,3 juta tenaga kerja di Indonesia menggantungkan nasibnya pada sektor tersebut.
Menurut Maman, kondisi dan postur tenaga kerja ini menjadi alarm penting yang menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin ketat.
Institusi pendidikan dan mahasiswa diharapkan dapat bersinergi melahirkan lulusan yang tidak lagi sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan menekan angka pengangguran nasional.












