Kemanunggalan TNI dan Warga, Jembatan Darurat Desa Cera Kembali Buka Akses ke Kecamatan

LOLODA KEPULAUAN — Akses transportasi vital yang menghubungkan Desa Cera menuju pusat Kecamatan Loloda Kepulauan akhirnya kembali terbuka. Hal ini terwujud berkat sinergi dan gotong royong antara personel TNI Angkatan Darat (AD), Pemerintah Desa (Pemdes) Cera, dan masyarakat setempat dalam membangun jembatan darurat.

Pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat atas rusaknya akses jalan utama yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian warga. Berbekal semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat bahu-membahu mengumpulkan material lokal dan merakit jembatan agar jalur tersebut dapat segera dilintasi kembali.

Kepala Desa Cera menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi personel TNI AD serta kekompakan warga. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah-tengah masyarakat memberikan suntikan semangat tersendiri bagi warga untuk segera merampungkan fasilitas darurat tersebut.

Di lokasi yang sama, personel TNI AD yang turun langsung memimpin pengerjaan, Kopda Hendrik Tahureka, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat.

“Gotong royong ini diharapkan tidak hanya memulihkan jaringan transportasi antardesa dan kecamatan, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi serta menjaga keselamatan warga yang melintas,” tuturnya.

Saat ini, jembatan darurat tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, meski secara terbatas. Pemdes Desa Cera mengimbau para pengendara yang melintas untuk tetap berhati-hati dan bersama-sama merawat fasilitas darurat ini.

Harapan Warga Menanti Solusi Permanen

Meski akses darurat telah terbangun, masyarakat menyimpan harapan besar akan adanya pembangunan infrastruktur yang lebih layak. Noris Salendang, salah seorang warga Desa Cera, menuturkan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung vital bagi warga.

Melalui jembatan itulah warga menggerakkan roda ekonomi dengan menjual hasil pertanian, memberangkatkan anak-anak ke sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan di puskesmas kecamatan. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan sejatinya sudah berlangsung cukup lama, yakni sekitar lima tahun, dan kini sangat menanti tindak lanjut dari pemerintah.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah memberikan perhatian khusus untuk membangun jembatan permanen, karena ini adalah satu-satunya akses urat nadi bagi masyarakat Desa Cera,” harap Noris.

Warga berharap aspirasi ini segera mendapat respons positif dari pemangku kebijakan di tingkat daerah demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Loloda Kepulauan ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *