PURWAKARTA — Suasana bahagia pesta pernikahan di Kampung Cikumpay, Kabupaten Purwakarta, berubah drastis menjadi duka mendalam pada Sabtu (04/04/2026). Tuan rumah hajatan dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pria yang diduga sebagai preman setempat.
Insiden memilukan ini terjadi tepat di tengah berlangsungnya resepsi pernikahan anak korban, di mana ratusan tamu undangan sedang berkumpul.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Permintaan Uang Jatah
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula saat sekelompok pria mendatangi lokasi hajatan. Mereka meminta sejumlah uang kepada tuan rumah yang diduga sebagai “jatah” keamanan atau pungutan liar untuk membeli minuman keras.
Penolakan atau ketidakmampuan tuan rumah memenuhi permintaan tersebut memicu kemarahan para pelaku. Penganiayaan brutal pun terjadi di hadapan para tamu, menyebabkan korban terkapar tak berdaya.
Kepanikan dan Isak Tangis di Lokasi Hajatan
Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pecah seketika. Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat kepanikan warga yang berlarian mencoba memberikan pertolongan darurat kepada korban.
Istri korban dilaporkan jatuh pingsan karena tak kuasa menahan syok melihat suaminya dianiaya di hari bahagia sang anak. Sejumlah warga dan kerabat lainnya juga terlihat menangis histeris menyaksikan kondisi korban yang sudah tidak berdaya di tengah kerumunan.
Respons Kepolisian: Pelaku Telah Diamankan
Pihak Kepolisian Resor Purwakarta bergerak cepat merespons laporan warga. Kasi Humas Polres Purwakarta, Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden berdarah tersebut dan menyatakan bahwa langkah hukum telah diambil.
“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta peran masing-masing pelaku dalam insiden ini,” ucap Enjang kepada media, Minggu (05/04/2026).
Desakan Penuntasan Premanisme
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat Purwakarta yang mendesak aparat kepolisian untuk memberantas praktik premanisme di wilayah pedesaan. Warga berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya karena telah merusak tatanan sosial dan menghilangkan nyawa seseorang di tengah momen sakral keluarga.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa untuk keperluan autopsi, sementara lokasi kejadian masih dalam pengawasan pihak kepolisian untuk menjaga kondusivitas wilayah Kampung Cikumpay.












