BEKASI — Kasus penemuan mayat dalam mesin pendingin (freezer) menggemparkan warga Perum Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Korban yang diketahui bernama Abdul Hamid (39), ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam Toko Chicken Alfaza pada Sabtu pagi (28/3/2026).
Pihak kepolisian dari Polres Metro Kabupaten Bekasi bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini tengah memburu dua terduga pelaku yang merupakan rekan kerja korban.
Kondisi Mengenaskan: Tubuh Tanpa Tangan dan Kaki
Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga dan pemilik usaha, Elen Saputra, yang baru saja kembali dari mudik ke Cilacap. Saat pintu kios dibuka sekitar pukul 08.00 WIB, aroma tidak sedap menuntun saksi ke arah mesin pendingin ayam.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi tingkat kekejaman pelaku dalam kasus ini. “Korban disimpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki,” ungkap Abdul Rahim, Minggu (29/3/2026).
Dua Rekan Kerja Menghilang Beserta Harta Benda
Kecurigaan polisi saat ini mengarah kepada dua karyawan lainnya, berinisial SMN dan ANC. Keduanya dilaporkan menghilang dan nomor telepon mereka tidak lagi aktif sesaat setelah pemilik ruko berangkat mudik pada 18 Maret lalu.
Selain melakukan pembunuhan keji, pelaku diduga membawa kabur sejumlah aset milik korban dan pemilik toko, antara lain:
-
Kendaraan: Dua unit sepeda motor (Honda Beat dan Honda Vario).
-
Uang Tunai: Uang operasional usaha sebesar Rp500.000.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Pengejaran
Kapolres Kabupaten Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menyatakan bahwa tim gabungan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Keterangan saksi-saksi dan bukti rekaman di sekitar lokasi sedang didalami untuk melacak pelarian kedua terduga pelaku.
“Laporan resmi kami terima pukul 08.30 WIB. Saat ini tim sedang bekerja di lapangan untuk mengejar pelaku dan mengungkap motif di balik aksi mutilasi ini,” tegas Kombes Pol Sumarni.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan ekstrem di wilayah penyangga ibu kota, dan polisi mengimbau masyarakat yang melihat keberadaan SMN dan ANC untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.












