Perkuat Identitas dan Integritas, FORSIMEMA-RI Resmi Luncurkan Atribut Keanggotaan Jurnalis Peradilan

JAKARTA — Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) resmi meluncurkan kaos atribut keanggotaan sebagai identitas organisasi bagi para jurnalis yang bertugas di lingkungan peradilan. Peluncuran ini menjadi simbol penguatan solidaritas jurnalis dalam mengawal transparansi di Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan di bawahnya.

Atribut resmi ini didesain dengan warna dasar putih bersih dengan aksen lengan hijau tua, mencerminkan profesionalisme serta keterbukaan informasi. Logo FORSIMEMA-RI yang tersemat di bagian dada menjadi penanda resmi bagi anggota yang menjalankan tugas peliputan di berbagai satuan kerja (satker) peradilan seluruh Indonesia.

Filosofi Atribut: Integritas dan Kolaborasi

Ketua FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa peluncuran atribut ini membawa pesan moral yang mendalam melalui slogan yang diusung: “Integritas Oke, Sinergitas dan Kolaborasi Media Yess”.

“Kaos atribut ini memadukan integritas sebagai fondasi moral dengan kolaborasi sebagai mesin penggerak. Tanpa integritas, informasi yang disampaikan kepada publik tidak akan memiliki nilai kepercayaan,” ujar Syamsul Bahri, Sabtu (7/3/2026).

Ia menekankan bahwa frasa “Integritas Oke” menegaskan pentingnya kejujuran dan etika jurnalis dalam menyelaraskan perkataan dengan tindakan saat bertugas di wilayah kerja lembaga peradilan.

Mitra Strategis Mahkamah Agung

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa “Sinergitas dan Kolaborasi Media Yess” merupakan komitmen forum untuk menjadi mitra strategis lembaga peradilan. Di era digital yang penuh dengan fenomena citizen journalism, peran wartawan profesional yang taat pada Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers menjadi pilar penting demokrasi.

FORSIMEMA-RI berkomitmen untuk menjadi jembatan informasi yang akurat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial guna menjaga marwah lembaga peradilan agar tetap adil dan transparan.

Mendukung Program Ketua MA Prof. Sunarto

Syamsul juga menyoroti pentingnya harmonisasi antara media eksternal dengan unit Hubungan Masyarakat (Humas) di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, berbagai program inovatif yang dicanangkan oleh Ketua Mahkamah Agung, Prof. Sunarto, memerlukan kanal komunikasi yang kuat agar sampai ke masyarakat secara optimal.

“Harus ada komunikasi yang solid antara media dan humas. Tanpa sinergi tersebut, program-program pimpinan Mahkamah Agung tidak akan tersampaikan secara efektif kepada publik,” pungkasnya.

Dengan peluncuran atribut resmi ini, FORSIMEMA-RI berharap seluruh anggota semakin solid dalam mendorong terciptanya komunikasi publik yang sehat, transparan, dan konstruktif di lingkungan peradilan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *