Pimpin Prosesi Sakral Uni Bamapuma, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo Resmikan Rumah Adat Jeuw di Kampung Ocenep

ASMAT, PAPUA SELATAN — Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, ST., M.Si., menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga marwah budaya suku Asmat. Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Asmat, Me Ing Thera Safanpo, Bupati menghadiri prosesi adat pasang atap (Uni Bamapuma) sekaligus meresmikan Rumah Adat Jeuw di Kampung Ocenep, Distrik Fayit, Selasa (25/2/2026).

Prosesi Uni Bamapuma merupakan tahapan paling sakral dalam pembangunan Jeuw—rumah adat khas suku Asmat yang berfungsi sebagai pusat musyawarah, pendidikan nilai budaya, serta simbol persatuan masyarakat.

Jeuw Sebagai Jati Diri Masyarakat Asmat

Dalam sambutannya di hadapan para tetua adat dan warga, Bupati Thomas Eppe Safanpo menegaskan bahwa Jeuw bukan sekadar bangunan fisik. Bagi masyarakat Papua Selatan, khususnya di Asmat, Jeuw adalah representasi identitas yang mendalam.

“Jeuw adalah simbol persatuan dan kebersamaan. Nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai fondasi pembangunan daerah di Kabupaten Asmat,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Bupati juga secara langsung ikut serta dalam pemasangan atap bersama masyarakat adat, sebuah simbolisasi kebersamaan antara pemerintah daerah dan rakyat dalam menjaga akar budaya lokal.

Pesan Kamtibmas dan Peran Perempuan

Selain aspek budaya, Bupati mengimbau warga Kampung Ocenep untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika kehidupan sosial berjalan harmonis dan bebas konflik.

Di sisi lain, Ketua TP-PKK Asmat, Me Ing Thera Safanpo, menyoroti peran penting kaum perempuan dalam pelestarian budaya. Menurutnya, keluarga adalah madrasah utama dalam menanamkan kedisiplinan dan nilai-nilai rukun kepada generasi muda Asmat agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.

Simbol Persatuan dan Stabilitas Sosial

Peresmian Rumah Adat Jeuw ini ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Asmat. Pemerintah daerah berharap bangunan ini dapat difungsikan secara optimal sebagai ruang dialog dan pusat kegiatan positif masyarakat.

Dengan diresmikannya Jeuw di Kampung Ocenep, stabilitas sosial di tingkat distrik diharapkan semakin kokoh, memperkuat persaudaraan di bawah naungan nilai-nilai luhur adat Asmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *