PEKANBARU — Geliat olahraga beladiri di Provinsi Riau dipastikan akan semakin memanas. Liga Muaythai Riau 2026 dijadwalkan segera bergulir guna menjaring bibit-bibit fighter tangguh dari berbagai pelosok Bumi Lancang Kuning. Kompetisi ini lahir dari sinergi para pelatih, pembina camp, serta pengurus kabupaten/kota yang ingin memajukan olahraga Muaythai di semua tingkatan usia.
Persiapan intensif akan segera digesa pasca-hari raya Idul Fitri 1447 H untuk menentukan jadwal resmi dan lokasi pertandingan di setiap seri.
Solusi Atas Minimnya Kompetisi Usia Dini
Ketua Harian Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Riau, Roy Irawan, SH., mengungkapkan bahwa selama ini kendala utama perkembangan cabang olahraga ini adalah minimnya event bagi kelompok umur usia dini, junior, hingga youth.
“Selama ini kita tertinggal dari atlet Pulau Jawa yang lebih sering mengikuti turnamen. Akibatnya, kualitas dan kuantitas atlet kita terdampak saat berlaga di level nasional. Liga ini adalah solusi mandiri kami untuk memutus kejenuhan atlet yang hanya berlatih tanpa ada kesempatan naik ring,” ujar Roy Irawan, Sabtu (14/2/2026).
Liga Muaythai Riau direncanakan berlangsung secara berkala setiap tiga bulan sekali, yang berarti akan ada empat seri dalam satu tahun kalender.
Pertandingkan 37 Kelas Sesuai Standar Internasional
Sesuai dengan regulasi IFMA (International Federation of Muaythai Associations), liga ini akan mempertandingkan kategori tarung yang terbagi dalam 37 kelas berat badan. Kelompok umur yang akan berlaga meliputi:
-
Usia 12–13 Tahun (SD)
-
Usia 14–15 Tahun (SMP)
-
Usia 16–17 Tahun (SMA)
-
Usia 18–23 Tahun (Youth)
-
Usia 18–31 Tahun (Elite/Senior)
Sistem liga yang berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga motivasi atlet tetap tinggi dan membentuk mental bertanding yang kuat sejak dini.
Dukungan Sponsor dan Antusiasme Daerah
Dukungan mulai mengalir deras, baik dari calon peserta maupun pihak swasta dan pejabat publik yang berkomitmen menjadi sponsor. Marganda Panjaitan, Pelatih sekaligus Pendiri Tiger Club Pelalawan, menyambut antusias program ini.
“Jika liga ini berjalan konsisten, saya yakin Riau akan menjadi lumbung emas dan gudang fighter tangguh. Kita tidak hanya bicara tingkat nasional seperti PON atau Kejurnas, tapi juga peluang menuju ajang internasional seperti SEA Games,” tegas Marganda penuh optimisme.
Melalui kemandirian anggaran dan komitmen para pembina, Liga Muaythai Riau 2026 diproyeksikan menjadi tonggak kebangkitan prestasi olahraga beladiri di Provinsi Riau.












