Pemain PSIR Rembang Remas Kemaluan Wasit Usai Kalah dari Persak Kebumen

REMBANG — Jagat media sosial dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji dalam lanjutan kompetisi Liga 4. Seorang pemain PSIR Rembang dengan nomor punggung 99 dilaporkan melakukan aksi tak senonoh dengan diduga meremas kemaluan wasit saat laga berakhir.

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah peluit panjang babak kedua dibunyikan, yang menandai kekalahan PSIR Rembang di kandang sendiri.

Detik-Detik Kejadian Viral

Berdasarkan potongan video yang beredar pada Jumat (13/2/2026), terlihat tensi pertandingan meningkat di akhir laga. Pemain nomor punggung 99 tersebut tampak berlari dengan emosi ke arah wasit yang tengah memimpin jalannya pertandingan.

“Marah ke wasit, Pemain PSIR Rembang memeras kemaluan wasit,” tulis keterangan dalam video yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu kemarahan hebat pemain tersebut. Namun, aksi fisik yang menyasar area sensitif perangkat pertandingan tersebut dinilai sangat mencederai nilai-nilai sportivitas dalam olahraga.

PSIR Rembang Takluk di Kandang

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan hasil mengecewakan bagi tim tuan rumah. PSIR Rembang harus mengakui keunggulan tim tamu, Persak Kebumen, dengan skor akhir 0-2. Kekalahan ini diduga menjadi salah satu faktor pemicu frustrasi yang dialami oleh para pemain di lapangan.

Potensi Sanksi Berat Menanti

Aksi memalukan ini diprediksi akan berbuntut panjang. Komite Disiplin (Komdis) diharapkan segera melakukan investigasi mendalam terkait laporan ini. Merujuk pada regulasi kompetisi, tindakan kekerasan atau pelecehan fisik terhadap perangkat pertandingan dapat berujung pada sanksi berat, mulai dari skorsing panjang hingga denda administratif.

Masyarakat dan pengamat sepak bola mengecam tindakan tersebut dan mendesak adanya pembenahan perilaku atlet agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kasta kompetisi mana pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *