SIDOARJO — Stadion Jenggolo menjadi saksi keperkasaan tim sepak bola Kecamatan Buduran. Dalam partai puncak Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SD/MI Kabupaten Sidoarjo 2026, Kamis (12/2/2026), Buduran sukses meraih gelar juara setelah menumbangkan Kecamatan Krian dengan skor telak 3-0 tanpa balas.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Buduran sebagai kekuatan baru sepak bola usia dini di “Kota Delta”.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off dibunyikan, anak-anak Buduran langsung tampil agresif. Tak butuh waktu lama, pada menit ke-3, kemelut di depan gawang Krian yang berawal dari sepak pojok berhasil dikonversi menjadi gol. Skor 1-0 ini bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, Krian mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya pertahanan Buduran membuat upaya Krian menemui jalan buntu. Melalui skema serangan balik cepat, Buduran justru berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Menjelang akhir laga, Buduran kembali memanfaatkan celah di lini belakang Krian yang terlalu asyik menyerang. Satu gol tambahan tercipta, menutup pertandingan dengan skor meyakinkan 3-0 untuk kemenangan Buduran.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Laga final ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, M.Pd., didampingi Kabid Mutu Lilik Sulistyowati, M.Pd., serta jajaran pejabat terkait lainnya.
Netti memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, khususnya sinergi antara K3S dan KKG yang dinilai sangat kompak dalam menyelenggarakan turnamen bergengsi ini.
“Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa antara K3S dan KKG. Saya yakin ini bisa menjadi percontohan bagi kelompok-kelompok guru lainnya di Sidoarjo,” ujar Netti usai menyerahkan trofi juara.
Proyeksi Menuju Jenjang Profesional
Lebih lanjut, pihak dinas berharap pembinaan sepak bola sejak dini ini dilakukan secara berkelanjutan. GSI bukan sekadar kompetisi, melainkan kawah candradimuka bagi talenta muda Sidoarjo sebelum melangkah ke jenjang SMP hingga tingkat nasional.
“Harapannya, pembinaan ini tidak putus. Saat ada GSI tingkat SMP nanti, anak-anak ini tetap menjadi pemainnya. Kita ingin mereka bisa melaju hingga tingkat nasional dan suatu saat menjadi pemain profesional yang membanggakan,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Kecamatan Buduran berhak membawa pulang trofi bergilir GSI Sidoarjo 2026, sementara Kecamatan Krian harus puas menempati posisi runner-up setelah menunjukkan perjuangan yang pantang menyerah.













