NAGAN RAYA — Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya resmi menyerahkan jenazah sopir truk berinisial D (22) yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis malam (15/1/2026). Penyerahan jenazah dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan peristiwa tersebut dan menolak proses otopsi.
Kapolres Nagan Raya melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H., menjelaskan bahwa seluruh prosedur kepolisian telah dijalankan secara profesional, mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan saksi-saksi.
Keluarga dan Perusahaan Ajukan Permohonan Penghentian Perkara
Penyidik Sat Reskrim Polres Nagan Raya telah menerima surat pernyataan resmi dari pihak keluarga korban. Dalam surat tersebut, keluarga memohon agar perkara tidak dilanjutkan ke ranah hukum dan meminta jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan secara layak di kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.
Senada dengan keluarga, pihak perusahaan PT Sayap Buana Logistik, tempat korban bekerja, juga mengajukan permohonan serupa terkait penanganan perkara dan pengembalian unit kendaraan operasional.
“Setelah seluruh administrasi dipenuhi, pada Jumat sore (16/1/2026), kami menyerahkan jenazah beserta barang pribadi korban kepada pihak perusahaan untuk selanjutnya diteruskan kepada keluarga,” jelas AKP Muhammad Rizal.
Hasil Penyelidikan: Murni Masalah Pribadi
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan sinkronisasi keterangan para saksi, kepolisian menegaskan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana atau keterlibatan pihak lain dalam kematian korban. Bukti-bukti yang dikumpulkan menguatkan dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya karena permasalahan pribadi yang sedang dialami.
Selain jenazah, polisi juga menyerahkan kembali satu unit truk box yang menjadi lokasi kejadian kepada Kepala Koordinator Driver PT Sayap Buana Logistik, Dasril Efendi.
Himbauan Kepedulian Kesehatan Mental
Menutup keterangannya, AKP Muhammad Rizal mengimbau masyarakat luas untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling menguatkan. Jika menghadapi permasalahan hidup yang berat, segeralah mencari bantuan atau berkomunikasi dengan keluarga serta instansi terkait. Jangan memendam masalah sendiri,” pungkasnya.












