Pesta Laut Sungaibuntu Karawang: Tradisi Larung Kepala Kerbau dan Kebangkitan UMKM Nelayan

KARAWANG — Ratusan perahu nelayan dengan warna-warni mencolok menghiasi perairan Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Minggu (28/12/2025). Pemandangan ini merupakan bagian dari perayaan Nadran Laut, sebuah tradisi tahunan sebagai wujud syukur para nelayan atas hasil tangkapan ikan yang melimpah serta doa keselamatan selama melaut.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum kolaborasi antara kearifan lokal, dukungan industri swasta, dan pemerintah.

Ritual Sakral dan Kemeriahan Budaya

Rangkaian acara Nadran Laut dimulai dengan prosesi ruwatan, karnaval budaya, pengajian syukur, hingga pementasan wayang kulit. Puncak dari acara ini adalah ritual pelepasan (larung) kepala kerbau ke tengah laut yang diikuti oleh konvoi ratusan perahu hias.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Selain mempercantik kapal, warga juga bergotong-royong menghias lingkungan desa dengan mural bertema satwa laut serta mengecat rumah-rumah penduduk untuk menyambut para wisatawan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat UMKM

Tahun ini, Nadran Laut tidak hanya menonjolkan sisi budaya. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta dukungan sektor swasta, festival ini disertai dengan program pemberdayaan UMKM bagi masyarakat pesisir.

Sejumlah pelatihan strategis diberikan kepada warga Desa Sungaibuntu, meliputi:

  • Pengolahan Produk: Pelatihan pembuatan abon dan otak-otak ikan.

  • Standar Pangan: Pelatihan sanitasi, higienitas, dan pengemasan produk (packaging).

  • Digitalisasi: Pelatihan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Tujuan kolaborasi ini adalah membantu masyarakat meningkatkan kapasitas UMKM sehingga mereka lebih mandiri secara ekonomi dan sejahtera,” ujar perwakilan pihak industri pendukung kegiatan tersebut.

Merawat Tradisi di Tengah Modernisasi

Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, diharapkan dapat menjaga agar tradisi Nadran Laut tidak punah ditelan zaman. Selain pelestarian budaya, inovasi dalam pengolahan hasil laut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi penghidupan nelayan Sungaibuntu.

Dengan wajah desa yang lebih estetis melalui mural dan kapal-kapal berwarna-warni, Desa Sungaibuntu kini bersiap untuk lebih serius mengembangkan potensi wisata bahari di Kabupaten Karawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *