SOE, TTS – PLAN INDONESIA mengadakan pelatihan “Sekolah Perempuan Timor” (Skol Bi Fe Meto) di Hotel Blessing, Soe. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9-11 September 2025, bertujuan memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan setara.
Menurut Area Manager PIA Timor Plan Internasional, Marina Meidiyanti, “Skol Bi Fe Meto” bukan sekadar pelatihan biasa. Ini merupakan pendekatan strategis untuk membangun kesadaran tentang pentingnya peran perempuan dan meningkatkan kapasitas orang tua dalam pengasuhan anak serta pencegahan stunting.
Pelatihan ini menargetkan para “ujung tombak” di desa, yaitu tenaga kesehatan desa, kader Posyandu, dan kader kelas ayah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi ketidaksetaraan gender dalam pengasuhan anak dan kehidupan rumah tangga, serta mendorong advokasi kepada pemerintah agar mendukung peran perempuan dalam pembangunan secara adil.
Dalam pelatihan ini, Plan Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) TTS menghadirkan dua fasilitator nasional, yaitu Siprianus Wuru dan Pdt. Sepri Adonis, S.Th.
Pelatihan ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya peran perempuan, sekaligus meningkatkan kapasitas fasilitator “Skol Bi Fe Meto” terkait isu gender, pola asuh, kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, stunting, hukum, ekonomi rumah tangga, dan budaya.












