KAMPAR – Permasalahan lahan sawit yang diserahkan PT Ciliandra Perkasa kepada Koperasi Produsen Siabu Maju Bersama (KSMB) menjadi topik utama dalam rapat di Kantor Bupati Kampar, Senin (8/9/2025). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar ini mengungkapkan kondisi lahan yang sangat memprihatinkan.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Drs. Dendi Zulhairi, M.Si., hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 50% dari 600 hektar lahan sawit di Desa Bandur Picak, Kecamatan XIII Koto Kampar, berada dalam kondisi buruk dan tidak produktif.
Dendi Zulhairi menyatakan bahwa jika kondisi lahan tetap seperti ini, anggota koperasi tidak akan mendapatkan hasil dan bahkan terancam terlilit utang. Ia juga mempertanyakan mengapa lahan tersebut bisa diterima oleh pengurus koperasi sebelumnya tanpa adanya penilaian kelayakan.
Ketua KSMB, Surya Rinaldi, membenarkan pernyataan Dinas Koperasi. Ia menjelaskan bahwa hampir separuh areal lahan tidak produktif, serta adanya konflik sosial dan sengketa lahan seluas 76,51 hektar. Selain itu, jarak lokasi lahan yang jauh dari Desa Siabu (sekitar 100 km) juga menyulitkan pengelolaan.
Menanggapi hal ini, perwakilan PT Ciliandra Perkasa, Rahmat, tidak membantah, tetapi juga menyatakan bahwa apa yang disampaikan tidak sepenuhnya benar. Pihak perusahaan berjanji akan melakukan perawatan lahan dengan menurunkan alat berat.
Bupati Ahmad Yuzar memutuskan untuk membentuk tim khusus guna menyelesaikan masalah ini. Ia meminta Dinas Koperasi untuk memimpin tim tersebut agar masalah dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak ada pihak yang dirugikan. “Saya minta agar Dinas Koperasi membentuk tim agar masalah ini cepat tuntas. Sehingga masyarakat tidak rugi dan perusahaan juga tidak dirugikan,” tegasnya.












