Tosbro 08 Minahasa Tenggara Berempati atas Kasus Penembakan di Ratatotok

Organisasi masyarakat (Ormas) Tosbro 08 Minahasa Tenggara (Mitra) menyatakan sikap terkait kasus penembakan di tambang emas Alason, Ratatotok, yang telah menjadi perhatian publik. Ormas ini menegaskan pentingnya penyelesaian hukum secara cepat dan transparan agar tidak menimbulkan dampak sosial berkepanjangan bagi masyarakat yang menggantungkan nafkah di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Tosbro 08 Mitra meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati terpilih Ronald Kandoli, untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban. Dukungan dari pemerintah dinilai dapat memberikan dampak positif bagi mereka yang ditinggalkan.

“Sebagai kepala pemerintahan daerah, kami berharap Bupati menunjukkan kepedulian dan eksistensinya dalam mengedukasi serta menangani persoalan yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujar Ketua Tosbro 08 Mitra, H.R. Walelang.

Ia menambahkan bahwa kasus penembakan di Ratatotok telah menjadi perhatian luas, sehingga peran pemerintah daerah sangat diharapkan.

“Masyarakat membutuhkan perhatian dari Bupati Mitra agar dapat memberikan motivasi kepada pihak keluarga korban. Sementara itu, persoalan hukum kami serahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polda Sulawesi Utara agar dapat segera menyelesaikan kasus ini. Apalagi banyak masyarakat Mitra yang menggantungkan penghasilan di wilayah Ratatotok,” kata Walelang dalam pernyataannya di Sekretariat Tosbro 08 Mitra pada Kamis (13/3/2025).

Lebih lanjut, Tosbro 08 Mitra menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah agar situasi tidak berdampak lebih luas bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor pertambangan.

“Slogan yang kita gaungkan adalah Rumah Kita for Torang (RK-FT). Jangan sampai berubah menjadi ‘Rumah Kita di Mana’,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *