MERIAHNYA ACARA SEDEKAH DUSUN GADING PANDANWANGI JOMBANG KIRAB ARAK-ARAKAN GUNUNGAN HASIL SEDEKAH WARGA

Sedekah Dusun digelar warga Dusun Gading, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (21/06/2024).

Ritual sedekah Dusun diawali dengan kirab arak-arakan tiga gunungan sayur, buah, jajan pasar serta diiringi banjari oleh TPQ Rodhotul Tolibin Dusun Gading keliling kampung.

Setelah diarak keliling kampung, 3 tumpeng gunungan buah, sayur serta jajan pasar dan tumpeng yang dibawa warga diletakkan di depan rumah Kepala Dusun Gading.

Sedekah Dusun ini dihadiri Kepala Desa Pandanwangi ASAN SH, Staf Perangkat Desa, dan BPD Desa Pandanwangi serta seluruh masyarakat Dusun Gading.

Pembukaan acara pertama disambut oleh Kepala Dusun Gading. Dalam sambutannya beliau menyampaikan syukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan khususnya panitia karena telah menyelenggarakan acara sedekah Dusun dengan sukses, aman dan acara begitu sangat meriah.

“Ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas nikmat dan karunia Allah. Mudah-mudahan dari acara ini penghasilan dari masyarakat Dusun Gading bisa semakin melimpah, terutama dari pertanian,” ucap Alfian (KaDus Gading).

Setelahnya Asan SH, selaku Kepala Desa Pandanwangi juga memberikan sambutan, beliau menyampaikan pesan dan harapan kepada masyarakat Dusun Gading.

“Sedekah Dusun adalah bentuk rasa syukur kepada ALLAH SWT saya berharap masyarakat jangan menilai sedekah dusun adalah perbuatan syirik, jangan mudah terprovokasi, sejatinya sedekah dusun adalah bentuk rasa syukur atas rejeki yang melimpah dan kesehatan warga, semoga yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan oleh ALLAH SWT,” ucap Asan (KaDes Pandanwangi).

Selanjutnya dengan dipimpin Bapak Hari Ismoyo, warga masyarakat dengan khusuk melantunkan do’a dan tahlil bersama. Do’a dan tahlil bersama dilakukan seluruh warga Dusun Gading untuk mendo’akan sesepuh-sesepuh warga Dusun Gading yang telah mendahului. khususnya ditujukan kepada sesepuh leluhur warga Dusun Gading yaitu “Buyut Jostro”.

Menurut warga “Buyut Jostro” adalah sosok sesepuh/ leluhur yang pertama kali babat alas Dusun Gading. Meskipun tidak jelas asal usulnya darimana tapi masyarakat mempercayai “Buyut Jostro” adalah sosok yang menamai Dusun Gading ini.

“Sedekah Dusun merupakan tradisi yang harus terus dilanggengkan untuk memupuk kebersamaan warga, semoga acara sedekah Dusun ini bisa semakin meriah untuk tahun-tahun selanjutnya,” ucap Suyono (Ketua Panitia).

Setelah acara ramah tamah selesai acara diakhiri dengan perebutan hasil bumi 3 gunungan sayur, buah serta jajan pasar.

Suasana begitu meriah dan seru karena antusias warga ingin mendapatkan sayuran dan buah-buahan serta jajan pasar begitu besar.

Serangkaian acara selesai dengan aman dan lancar tidak ada halangan apapun. “Semoga acara sedekah Dusun seperti ini berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ucap warga.

Penulis: AGUS JEFI S.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *