27 Pasien Keracunan Makanan di RSUD Bagas Waras Klaten Mulai Membaik

Sebanyak 27 pasien korban keracunan makanan yang dirawat di RSUD Bagas Waras, Klaten, dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Para pasien tersebut sebelumnya mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare usai menghadiri acara halal bihalal di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno.

Direktur RSUD Bagas Waras, dr. Sigit Joko Nugroho, menyampaikan bahwa kondisi pasien saat ini sudah relatif stabil.
“Secara kondisi sudah bagus. Sekarang tinggal kembung dan rasa tidak nyaman. Tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (15/4/2025).

Pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan intensif hingga seluruh pasien dinyatakan pulih dan dapat dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Klaten telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait insiden tersebut. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat langkah penanganan dan pengawasan terhadap kasus keracunan makanan yang terjadi.

“Posko sampai saat ini masih berjalan. Jika ada keluhan, langsung diperiksa dan diberikan obat. Bila kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, langsung dirujuk ke rumah sakit,” ujar Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penyelenggaraan hajatan, termasuk memastikan keamanan makanan yang disajikan. Ia meminta masyarakat untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Penulis: EKO SETYO ATMOJOEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *