Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-14, Yayasan Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Mataseger) menggelar acara Sarasehan Sejarah, Rabu (20/11) malam.
Hadir sebagai narasumber sarasehan, Ketua Begandring Soerabaia, Achmad Zaki Zamani, S.H. dengan dimoderatori guru sejarah dan pegiat yayasan Mataseger, Muhammad Adib Chilmi.
Acara diadakan di Senja Jingga Cafe di komplek Cafe Putri Cempo Giri Gresik. Tempat ini saat pergolakan revolusi kemerdekaan dikenal dengan nama Bukit Petukangan, tempat dimana para pejuang kemerdekaan bertempur habis-habisan untuk melawan penjajah.
Hadir dalam acara ini puluhan pegiat sejarah perjuangan kemerdekaan dari berbagai komunitas dan individu. Menariknya, mereka hadir dengan mengenakan baju pejuang lengkap dengan senjatanya.
“Gresik dan Sidoarjo adalah target mutlak Belanda untuk mengamankan Surabaya. Maka pertempuran di Gresik dan Sidoarjo merupakan pertempuran besar. Bahkan saking besarnya pertempuran itu, Gresik diserang dari darat, laut dan udara. Dan para pejuang dengan gigih terus memberikan perlawanan,” cerita Zaki Zamani.
Beberapa slide foto para pejuang kemerdekaan disajikan dan membuat acara sarasehan itu semakin mengena bagi para hadirin.
Kris Adji, Ketua yayasan Mataseger mendorong agar mas Zaki membuat buku tentang perjuangan kemerdekaan. “Buku itu nanti bukan hanya bercerita, tetapi juga sebagai warisan sejarah agar generasi ke depan menghargai jasa para pahlawan,” tegasnya.
Acara ditutup dengan foto bersama para peserta sarasehan yang memakai pakaian pejuang kemerdekaan.













