Vokal Bongkar Korupsi Triliunan di JICT, Eks Ketua Serikat Buruh Tewas Mengenaskan dalam Tragedi Berdarah di Bekasi

BEKASI — Warga Perumahan Prima Asri, Jatibening, Kota Bekasi, digegerkan oleh penemuan jasad Ermanto Usman (EU) (65) yang tewas bersimbah darah di kediamannya, Senin (2/3/2026) dini hari. Sementara itu, istrinya, PW (60), ditemukan dalam kondisi kritis dan kini tengah berjuang nyawa di RS Primaya Bekasi.

Polisi menduga kuat keduanya merupakan korban perampokan brutal disertai penganiayaan. Namun, latar belakang Ermanto sebagai tokoh vokal yang kerap membongkar skandal korupsi besar kini menjadi sorotan tajam publik.

Sosok Pejuang Hak Buruh Pelabuhan

Ermanto Usman dikenal luas sebagai mantan Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Hingga masa pensiunnya, ia menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT. Semasa hidup, ia dikenal tanpa kompromi dalam membela hak-hak buruh dan tajam dalam mengkritisi kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan negara.

Menyinggung Kerugian Negara Rp4,08 Triliun

Tragedi ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Ermanto tampil dalam sebuah podcast pada Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia secara berani mengupas dugaan penyimpangan perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan asing, Hutchison Port Holding (HPH).

Beberapa poin krusial yang pernah diungkapkan Ermanto antara lain:

  • Temuan BPK 2018: Adanya kerugian negara sebesar Rp4,08 triliun dalam kontrak JICT-HPH.

  • Potensi Keuntungan: Jika kontrak tidak diperpanjang secara janggal, negara seharusnya bisa meraup keuntungan Rp17 triliun hingga Rp25 triliun.

  • Pelanggaran Prosedur: Tidak adanya izin konsesi dari Kementerian Perhubungan serta penunjukan mitra tanpa mekanisme pemilihan yang transparan.

Ermanto juga sempat menyayangkan rekomendasi DPR melalui Hak Angket kala itu yang terkesan tidak dijalankan, meski bukti pelanggaran sudah sangat nyata.

Polisi Selidiki Motif dan Pelaku

Kapolsek Pondok Gede memastikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Jasad Ermanto telah dibawa untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian dan mencari bukti-bukti petunjuk di lokasi kejadian.

“Kasus ini menjadi prioritas. Kami sedang mendalami segala kemungkinan, termasuk motif di balik penganiayaan berat ini,” ujar pihak kepolisian.

Kepergian Ermanto Usman meninggalkan duka mendalam bagi komunitas buruh pelabuhan. Kini, publik menanti apakah peristiwa berdarah di Jatibening ini murni perampokan atau memiliki kaitan dengan keberanian almarhum dalam menyuarakan isu korupsi triliunan rupiah di sektor pelabuhan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *