Viral Insiden Tak Pantas di Acara Isra Miraj Banyuwangi, Netizen Kecam Panitia Terkait Kehadiran Anak-Anak

BANYUWANGI — Jagat maya tengah dihebohkan oleh unggahan video yang menunjukkan insiden memalukan dalam sebuah perayaan hari besar keagamaan. Kejadian yang dinilai tidak pantas tersebut diduga terjadi dalam acara peringatan Isra Miraj di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 16 Januari lalu.

Video yang kini viral di platform X (sebelumnya Twitter) memicu gelombang kecaman luas. Pasalnya, aksi yang dianggap tidak senonoh tersebut dilakukan secara terbuka di hadapan jamaah yang terdiri dari ibu-ibu hingga anak-anak kecil.

Sorotan pada Pembiaran oleh Panitia

Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun @mrscienceid dan @MiskinTV_, terlihat kerumunan warga menyaksikan acara tersebut tanpa ada upaya penghentian dari pihak penyelenggara. Netizen menyayangkan minimnya peran tokoh masyarakat atau panitia untuk menegur aksi yang berlangsung.

“Kejadian yang sangat memalukan sekali, padahal di situ ada banyak ibu-ibu dan anak kecil. Emangnya enggak ada yang negur? Atau memang disengajain?” tulis salah satu keterangan yang beredar luas di media sosial.

Kehadiran anak-anak di bawah umur di lokasi menjadi poin utama kemarahan publik. Penonton di media sosial menilai tontonan tersebut sangat tidak mendidik dan merusak kesucian momen peringatan Isra Miraj.

Desakan Klarifikasi dari Penyelenggara

Sontak, kolom komentar dibanjiri kritik pedas. Banyak netizen mempertanyakan etika penyelenggara dalam menjaga marwah acara keagamaan. Muncul dugaan dari warga net bahwa aksi tersebut mungkin dibiarkan demi konten atau hiburan semata tanpa mengindahkan norma agama dan sosial yang berlaku.

“Sangat disayangkan, acara yang seharusnya penuh makna keagamaan malah tercoreng oleh aksi seperti itu. Di mana peran panitia?” tulis salah seorang netizen.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia penyelenggara maupun otoritas setempat di Banyuwangi mengenai kebenaran dan kronologi insiden tersebut. Masyarakat mendesak pihak berwenang untuk memberikan teguran agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *