KLATEN — Sejumlah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pajang melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman R. Bambang Sridaya di Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, Senin (27/04/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan usai pelaksanaan upacara adat di Yogyakarta.
Rombongan yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Sangkoyo Mangunkusumo beserta 17 abdi dalem lainnya tiba sekira pukul 14.30 WIB dan disambut hangat oleh keluarga besar tuan rumah.
Rangkaian Tradisi Pasca-Labuhan
Kunjungan tersebut dilakukan tepat setelah para abdi dalem menyelesaikan upacara adat larung atau labuhan ubo rampe di Pantai Parangkusuma, Yogyakarta. Tradisi menghanyutkan benda-benda simbolis keraton ke samudera tersebut merupakan ritual rutin yang sarat makna spiritual.
Sowan ke kediaman R. Bambang Sridaya dipilih sebagai penutup rangkaian kegiatan untuk mempererat tali persaudaraan antar kerabat keraton. R. Bambang Sridaya sendiri dikenal sebagai sosok yang memiliki garis keturunan dari Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir), pendiri Kerajaan Pajang, sekaligus pengasuh Petilasan Keraton Pajang.
Menjaga “Sambung Rasa” Antar Kerabat
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut diisi dengan ramah tamah dan doa bersama. Tidak ada pembahasan politik maupun agenda khusus, melainkan murni upaya pelestarian hubungan batin antar trah keraton.
“Hari ini, setelah larung di Parangkusuma, kami sowan ke kerabat keraton. Tujuannya untuk menjaga sambung rasa dan saling mendoakan keselamatan,” ujar salah satu abdi dalem yang hadir di lokasi.
Apresiasi dan Kehormatan bagi Keluarga
Menanggapi kunjungan mendadak namun penuh makna tersebut, R. Bambang Sridaya mengaku terharu dan bangga atas kehadiran rombongan dari Kasunanan Surakarta.
“Kerawuhan abdi dalem keraton ke dalem saya ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi keluarga kami. Silaturahmi ini menjadi penguat tali persaudaraan sesama trah dan kerabat Keraton. Maturnuwun sanget,” ucap Bambang Sridaya dengan penuh syukur.
Kegiatan ini menegaskan bahwa meski zaman terus berganti, jalinan silaturahmi dan penghormatan terhadap akar sejarah serta garis keturunan tetap dijaga dengan teguh oleh keluarga besar Keraton di wilayah Jawa Tengah.












