TANGERANG – UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Tangerang menggelar Forum Komunikasi Publik sebagai wadah dialog antara penyelenggara layanan kesehatan hewan dengan masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang tersebut berlangsung di Aula UPTD Puskeswan Sukamulya, Rabu (24/6/2026).
Forum ini bertujuan mengevaluasi pelayanan yang telah berjalan, membahas rancangan standar pelayanan, serta menampung berbagai aspirasi masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Tangerang.
Mengusung tema “Menjaga Kesehatan Hewan dan Manusia Melalui Pelayanan Puskeswan yang Integratif”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, praktisi kesehatan hewan, serta masyarakat pengguna layanan.
Pentingnya Karantina dan Vaksinasi Hewan
Dalam forum tersebut, praktisi kesehatan hewan drh. Asmiaty yang juga menjadi narasumber menjelaskan pentingnya peran dokter hewan praktik swasta sebagai mitra strategis Puskeswan dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat yang baru mengadopsi atau memelihara hewan sebaiknya melakukan isolasi atau karantina terlebih dahulu sebelum hewan tersebut berinteraksi dengan hewan lain.
“Jika memiliki hewan peliharaan baru atau hendak mengadopsi, sebaiknya dikarantina minimal dua minggu. Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatannya dan mendeteksi kemungkinan adanya penyakit sebelum bercampur dengan hewan lain,” ujarnya.
Asmiaty yang juga dikenal sebagai Owner dan Praktisi Ummi Pet Care di Kabupaten Tangerang menambahkan, hewan peliharaan perlu mendapatkan vaksinasi secara berkala guna mencegah berbagai penyakit menular.
Ia menjelaskan beberapa jenis vaksin yang umum diberikan pada kucing antara lain untuk mencegah rabies, panleukopenia, rhinotracheitis, dan calicivirus.
Rabies Jadi Perhatian Utama
Menurut Asmiaty, vaksin rabies menjadi salah satu vaksin yang paling penting diberikan kepada hewan peliharaan, terutama saat memasuki usia empat hingga lima bulan.
“Rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran. Karena itu vaksinasi rabies sangat penting untuk melindungi hewan maupun pemiliknya,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa penyakit zoonosis seperti rabies masih menjadi ancaman serius sehingga kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan perlu terus ditingkatkan.
Puskeswan Bukan Sekadar Pelayanan Teknis
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Tangerang, Ridwan Muklis, mengatakan bahwa keberadaan Puskeswan tidak hanya berfungsi sebagai layanan teknis kesehatan hewan, tetapi juga berperan dalam upaya pencegahan penyakit yang berdampak pada kesehatan manusia.
“Kami berfokus memberikan pelayanan yang optimal, aman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik pemilik hewan kesayangan maupun peternak,” ujarnya.
Ridwan menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan membuka ruang komunikasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Tampung Kritik dan Masukan Masyarakat
Melalui forum komunikasi publik tersebut, UPTD Puskeswan berharap dapat memperoleh berbagai masukan, kritik, maupun gagasan inovatif dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan pengembangan pelayanan ke depan.
“Kami ingin mendengarkan secara langsung kritik yang membangun, saran, serta ide-ide inovatif yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat,” kata Ridwan.
Ia menambahkan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi pelayanan yang lebih efektif dan mudah diakses masyarakat.
Dengan terselenggaranya forum komunikasi publik ini, UPTD Puskeswan Kabupaten Tangerang berharap sinergi antara pemerintah, praktisi kesehatan hewan, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mewujudkan layanan kesehatan hewan yang lebih baik, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.












