Tragedi Malam Takbiran di Pekalongan: Ledakan Mercon Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Berat

PEKALONGAN — Suasana khidmat menyambut Idulfitri 1447 H di Kelurahan Noyontaan Sari, Kecamatan Pekalongan Timur, berubah menjadi mencekam pada Sabtu dini hari (21/3/2026). Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari aktivitas pembuatan petasan (mercon) menghancurkan satu rumah warga dan menyebabkan lima orang mengalami luka berat.

Peristiwa tragis ini terjadi tepat pada pukul 02.20 WIB, saat sebagian besar warga tengah bersiap menyambut hari kemenangan.

Kronologi: Dentuman Keras Getarkan Pemukiman

Warga di sekitar RT 03/01 Noyontaan Sari dikejutkan oleh suara dentuman keras yang menggetarkan kawasan padat penduduk tersebut. Kekuatan ledakan dilaporkan sangat besar hingga mengakibatkan kerusakan struktur bangunan yang fatal.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi rumah yang hancur total pada bagian atap, sementara dinding bangunan jebol tak bersisa akibat tekanan udara dari bahan peledak.

Kondisi Korban dan Kerusakan Materiil

Berdasarkan data sementara, terdapat lima orang korban yang dilaporkan mengalami luka berat. Para korban diduga terkena efek langsung ledakan serta tertimpa reruntuhan bangunan.

Petugas bersama warga segera mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Selain korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah mengingat kondisi rumah yang kini tidak lagi layak huni.

Temuan Polisi: Petasan Ukuran Jumbo di TKP

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi (police line). Dalam proses penyisiran, petugas menemukan sejumlah petasan berukuran jumbo yang belum sempat diledakkan.

Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan asal-usul bahan peledak dan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas ilegal tersebut.

Imbauan Kamtibmas: Mercon Bukan Tradisi, Tapi Ancaman

Menanggapi insiden ini, pihak berwenang mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjauhi aktivitas pembuatan atau penyimpanan petasan secara ilegal.

“Kami mengimbau warga untuk berhenti melakukan aktivitas pembuatan mercon ilegal. Risikonya sangat fatal; tidak hanya mengancam harta benda, tetapi juga nyawa diri sendiri maupun orang lain,” tegas aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit di tengah perayaan lebaran, betapa bahaya petasan masih menjadi ancaman nyata yang dapat mengubah kegembiraan menjadi duka mendalam dalam sekejap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *