Gresik – Tim senam UKS siswi UPT SDN 53 Gresik (ex. SDN Betiting) Perumahan Cerme Indah Gresik menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih juara 2 dalam Lomba Senam UKS tingkat Kabupaten Gresik tahun 2024.
Kompetisi ini diadakan oleh Tim Pembina UKS Kabupaten Gresik dan berlangsung di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik dengan diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan yaitu 14 tim dari jumlah 18 kecamatan se-kabupaten, Kamis 19 September 2024.
Dalam kegiatan lomba tahunan tersebut, tim UPT SDN 53 Gresik tampil memukau dengan penuh energi, kostum, postur tubuh, formasi modern, kekompakan gerakan, dan kekompakan suara, sehingga berhasil meraih juara 2 di tengah ketatnya persaingan dengan sekolah-sekolah dari Kota Gresik lainnya.
Sulaiman, S.Pd, selaku Guru PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) UPT SDN 53 Gresik menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada siswi tim senam UKS sekaligus para guru khususnya Kepala Sekolah Bapak Akhmad.
“Saya ucapkan selamat kepada tim senam UKS UPT SDN 53 Gresik atas prestasi yang luar biasa ini. Kalian telah menunjukkan kerja keras selama 3 bulan latihan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama sekolah di masa depan,” ungkapnya.
“Prestasi ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi tim dan sekolah, tetapi juga menginspirasi seluruh tim UKS baik itu kecamatan maupun kabupaten agar terus membuat kegiatan yang bisa mengembangkan bakat dan kemampuan siswa siswi di berbagai bidang,” ujarnya.
Ibu Yeni, guru kelas UPT SDN 53 Gresik yang ikut TM (Technical Meeting) menjelaskan, “Kami sangat menyayangkan tadi ada sedikit insiden yang kurang baik menurut saya, ada tim yang mendapatkan urutan tampil nomor 5 dan kostumnya tidak menggunakan full kaos training sekolah (seperti kostum celana dance rapper) dan itu tidak sesuai TM tapi kok masih bisa tampil di akhir kegiatan yang harusnya seperti itu harus di diskualifikasi, lah ini kok malah mendapatkan juara 1. Dan tadi juga ada beberapa guru dari sekolah lain protes pada panitia tapi tidak ditanggapi, semoga tahun depan tidak ada kejadian seperti itu lagi,” pungkasnya.














