Politik Korbankan Pendidikan! Tiga Tahun SD YPK Ibiroma Vakum, Masyarakat Desak Pemulihan demi Masa Depan Anak

YAHUKIMO — Krisis pendidikan di Lingkungan II Ibiroma, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, kini memasuki babak baru. SD YPK Maranatha Ibiroma dilaporkan lumpuh total tanpa ada kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama tiga tahun terakhir. Mirisnya, kevakuman ini diduga kuat terjadi akibat adanya tarikan kepentingan politik yang mengorbankan hak dasar anak-anak.

Masyarakat Ibiroma menilai, sejak pergantian kepala sekolah pada tahun 2023 hingga awal 2026, sekolah tersebut sengaja dibiarkan mati suri, sehingga satu generasi di Ibiroma terancam putus sekolah.

Rapat Darurat: Melawan Kepentingan Politik di Sekolah

Guna memulihkan marwah pendidikan yang sempat hilang, Tim Peduli Pendidikan bersama seluruh elemen masyarakat menggelar rapat akbar pada Jumat (27/2/2026) di halaman SD YPK Maranatha Ibiroma. Pertemuan ini dihadiri oleh:

  • Perwakilan 9 jemaat GKI Wilayah II Ibiroma.

  • 7 Kepala Kampung di wilayah Ibiroma.

  • Para tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, serta alumni sekolah.

Ketua Tim Peduli, Frans Lantipo, menegaskan bahwa sejak 2023, nasib siswa SD YPK Ibiroma terombang-ambing. “Sudah tiga tahun (2023-2025) tidak ada KBM. Ini terjadi karena kepentingan politik yang masuk ke ranah pendidikan, sehingga generasi Ibiroma menjadi korban,” ungkap Frans dengan nada kecewa.

Masyarakat Ibiroma Tuntut Kepala Sekolah Baru

Masyarakat bersepakat bahwa intervensi politik dalam penempatan jabatan sekolah harus segera diakhiri. Sebagai solusi konkret, tujuh jemaat bersama para tokoh masyarakat dan kepala suku telah mencapai mufakat bulat.

Mereka mendesak agar Yosep Elopore, S.Pd. segera dilantik menjadi Kepala Sekolah SD YPK Maranatha Ibiroma yang baru. Sosok ini dinilai mampu merangkul kembali siswa dan guru untuk kembali ke ruang kelas tanpa beban kepentingan tertentu.

“Kami tidak ingin masa depan anak-anak kami dijadikan alat politik. Kami butuh Yosep Elopore untuk membangkitkan kembali semangat belajar di Ibiroma,” tegas perwakilan warga.

Hak Pendidikan Tidak Boleh Ditawar

Vakumnya sekolah selama tiga tahun adalah kehilangan besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan. Masyarakat Ibiroma memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak terkait agar segera memulihkan aktivitas sekolah sebelum dampak kerusakan generasi semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *