Tantangan Pendidikan di Pedalaman: Kisah SD GMIT Fatunisuan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara yang Kekurangan Guru dan Fasilitas

Miomaffo Barat, NTT – SD GMIT Fatunisuan di Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur berjuang keras untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi 68 siswanya. Sekolah yang berdiri sejak 1947 ini menghadapi tantangan serius karena kekurangan guru dan fasilitas yang minim.

Kunjungan Pemuda Klasis TTU (PKT) pada Juli 2024 menyoroti tantangan yang dihadapi sekolah.

“Kami ingin memberikan dukungan nyata bagi pendidikan di daerah,” ungkap Maurits A. Selan, perwakilan PKT kepada media ini.

Sekolah ini hanya memiliki 7 guru, dengan rasio guru dan siswa yang tidak ideal.

Kepala Sekolah, Dionisius Y. E Kase, mengungkapkan kekurangan guru membuat sulit memberikan perhatian individual kepada setiap siswa dan menghambat pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.

“Jumlah tenaga pendidik dan fasilitas masih sangat terbatas, sehingga pembelajaran dan kegiatan lainnya tidak berjalan secara maksimal,” ungkapnya.

Keterbatasan fasilitas juga menjadi kendala. Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar tidak berjalan secara optimal.

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat. Donasi, sukarelawan, dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di SD GMIT Fatunisuan.

Penulis: KLAUDIUS A. SANBEIN, S.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *