Sopir Mobil Mengamuk Usai Hantam Gerbang SD Clapar Kebumen, Warga Dipukul dan Digigit Saat Menolong

KEBUMEN — Aksi dramatis sekaligus mencekam terjadi di depan SD Clapar, Kebumen. Sebuah mobil yang melaju kencang tak terkendali berakhir menghantam gerbang sekolah hingga roboh. Bukannya meminta maaf, sopir kendaraan tersebut justru mengamuk dan menyerang warga yang hendak menolong, hingga akhirnya terpaksa diringkus massa.

Peristiwa ini bermula saat mobil tersebut dilaporkan sempat menyerempet kendaraan lain sebelum melaju dengan kecepatan tinggi ke arah sekolah.

Kronologi Kecelakaan: Gerbang Sekolah Ringsek

Setibanya di depan SD Clapar, kendaraan tersebut oleng dan menghantam gerbang sekolah dengan sangat keras. Kencangnya benturan membuat pagar besi sekolah roboh dan ringsek, bahkan sebagian material pagar dilaporkan masuk ke bawah kolong mobil.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar spontan berbondong-bondong keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Namun, niat baik warga justru disambut dengan aksi agresif dari sang pengemudi.

Aksi Agresif Sopir: Memukul dan Menggigit Warga

Situasi memanas ketika sopir diduga memukul warga yang mendekat. Meski kondisi mobil mengalami ban pecah, sopir tetap memaksa menginjak gas untuk melarikan diri. Pelarian tersebut terhenti setelah kendaraan terjebak di dekat saluran air (kalen) dan tidak bisa bergerak lagi.

Bukannya menyerah, sopir justru semakin brutal. Beberapa warga yang mencoba mengamankannya menjadi korban kekerasan fisik.

  • Pemukulan: Sopir dilaporkan menyerang warga menggunakan balok kayu.

  • Luka Gigit: Salah satu warga mengalami luka pada jari akibat digigit oleh pelaku saat mencoba menenangkannya.

Setelah ketegangan selama kurang lebih 15 menit, massa akhirnya berhasil melumpuhkan sopir dan mengikatnya dengan tali untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut sambil menunggu pihak berwajib.

Penanganan Oleh Polres Kebumen

Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Saat ini, perkara telah ditangani oleh Polsek setempat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus sudah dalam penanganan. Terkait motif maupun kondisi sopir, apakah dalam pengaruh alkohol atau memiliki masalah pribadi, tim kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif,” ujar AKP Dwi Atma Yofi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib guna menghindari aksi main hakim sendiri di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *