392 Desa/Kelurahan di Klaten Sudah Berdiri KDKMP, Dandim: Tinggal 9 Titik Lagi!

KLATEN – Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., memaparkan progres terbaru pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Klaten. Kabupaten Klaten secara administratif memiliki 26 kecamatan dengan total 401 desa dan kelurahan. Dari total tersebut, pembangunan KDKMP saat ini sudah mencakup 392 titik.

Dalam acara Silaturahmi bersama Wartawan/Jurnalis di Makodim, Minggu (20/9/2026) sore, Dandim menjelaskan rincian 392 titik tersebut adalah 391 titik dibangun oleh Kodim 0723/Klaten dan 1 titik dibangun oleh Agrinas sebelumnya.

“Kodim Klaten saat ini sudah membangun 391 titik di luar 1 yang dibangun Agrinas yang terdahulu, jadi totalnya ada 392 sebenarnya,” ujar Letkol Inf Slamet Hardianto.

Artinya, cakupan KDKMP di Klaten sudah mencapai 97,7 persen dari total 401 desa/kelurahan yang ada.

4 Titik Masih Progres 90 Persen

Dari total 392 titik tersebut, Dandim merinci sebanyak 387 titik telah selesai 100 persen pembangunannya. Sementara 4 titik sisanya masih dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 90 persen.

“Jadi ada 4 titik lagi yang tahap pembangunan. Dari 4 titik yang saat ini dibangun itu prosentasenya sudah 90 persen. Harapan kita di akhir bulan ini seluruhnya sudah mencapai 100 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut, dari 387 titik yang telah rampung 100 persen, sebanyak 90 titik sudah dilakukan launching. Sedangkan 282 titik lainnya disiapkan untuk operasionalisasi tahap kedua.

“Dari 387 itu, 90 sudah launching dan 282 kita siapkan untuk operasionalisasi tahap kedua yang rencana di akhir bulan ini atau kalau tidak salah bulan depan,” jelasnya.

Kendala Bukan di Fisik, tapi Suplai Barang

Dandim juga mengungkapkan kendala yang dihadapi di lapangan saat ini bukan pada pembangunan fisik, melainkan pada sistem operasional koperasi.

“Saat ini untuk kendala yang ada di lapangan adalah pengisian ulang atau suplai bahan belanjaan dari distributor kepada KDKMP yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut wajar mengingat KDKMP merupakan program baru yang masih dalam tahap penyesuaian sistem dan pelatihan karyawan desa yang direkrut Agrinas.

“Memang ini kan adalah awal dari pembentukan KDKMP, perlu diadakan sinergi lagi dengan distributor-distributor dan juga adanya pelatihan-pelatihan kepada karyawan yang ada di desa-desa yang saat ini sudah direkrut langsung oleh Agrinas sehingga butuh waktu untuk melengkapi atau membentuk sistem KDKMP yang sedang berjalan saat ini,” pungkas Dandim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *