SUMOBITO — SMK Al-Hikmah Sumobito kembali mengukir kebaikan melalui agenda rutin Jumat Legi Berbagi, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di depan gerbang sekolah ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pangan, tetapi juga panggung unjuk gigi keterampilan siswa bagi masyarakat sekitar.
Program yang telah konsisten berjalan selama tiga tahun ini merupakan wujud nyata sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada seluruh civitas akademika.
Sedekah dari Guru, Siswa, dan Wali Murid
Kegiatan berbagi nasi kotak ini bersumber dari donasi kolektif para guru, siswa, serta wali murid. Paket makanan tersebut didistribusikan kepada pengendara yang melintas serta warga sekitar sekolah.
“Jumat Legi Berbagi bertujuan sebagai implementasi ibadah sedekah. Kami ingin mendidik siswa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan sosial untuk membantu sesama dan mempererat silaturahmi,” tulis pihak sekolah dalam keterangannya.
Penerapan Ilmu: Servis Motor dan Laptop Gratis
Menariknya, aksi sosial kali ini dibalut dengan program peningkatan kompetensi siswa. SMK Al-Hikmah Sumobito menghadirkan layanan servis motor gratis dan servis laptop/komputer gratis untuk masyarakat umum.
Layanan ini dikerjakan langsung oleh para siswa dari jurusan:
-
Teknik Kendaraan Ringan (TKR): Menangani perawatan ringan sepeda motor.
-
Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ): Membantu pengecekan dan perbaikan perangkat komputer.
Melalui praktik lapangan ini, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengasah keterampilan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah Sumobito.
Membangun Sekolah Berkarakter
Konsistensi program selama tiga tahun terakhir menjadi bukti komitmen SMK Al-Hikmah Sumobito dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara kompetensi dan karakter. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut (istiqomah) dan menjadi ladang kebaikan bagi seluruh keluarga besar sekolah.
Dengan semangat berbagi dan melayani, SMK Al-Hikmah Sumobito membuktikan bahwa pendidikan kejuruan mampu menjadi motor penggerak kebermanfaatan di lingkungan sekitar.












