Nabung Kas Kelas 3 Tahun, Siswa SMA Kompak Hadiahkan Mobil untuk Wali Kelas Kesayangan

JAKARTA — Aksi mengharukan sekaligus membanggakan datang dari sekelompok siswa SMA yang menunjukkan dedikasi luar biasa kepada guru mereka. Selama tiga tahun penuh atau sekitar 1.095 hari, mereka sepakat menabung uang kas kelas demi satu tujuan mulia: memberikan hadiah mobil untuk sang wali kelas tercinta, Bu Ismi.

Kisah ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun TikTok @milocoklatyak dan langsung dibanjiri komentar positif dari warganet yang terpana akan kekompakan para siswa tersebut.

Perjuangan 1.095 Hari Menahan Diri

Bukan hal mudah bagi remaja SMA untuk konsisten menabung tanpa menggunakan dana tersebut untuk keperluan konsumtif. Sejak kelas 10, para siswa ini sepakat mengalihkan rencana dana kas yang awalnya untuk liburan ke villa atau sekadar bermain bersama, menjadi dana abadi untuk sang guru.

Mereka mengaku sering melihat Bu Ismi datang ke sekolah menggunakan sepeda motor, bahkan terkadang harus menembus hujan hingga terlambat masuk kelas.

“Kayaknya akan lebih berguna kalau uangnya kita hadiahin ke wali kelas kesayangan kita,” tulis mereka dalam unggahan video tersebut. Berkat ketegasan bendahara kelas dan semangat berbagi, tabungan tersebut akhirnya mencukupi untuk membeli satu unit mobil.

Bu Ismi: Sosok ‘Ibu Kedua’ yang Menginspirasi

Bagi para siswa ini, Bu Ismi bukan sekadar pengajar, melainkan sosok “ibu kedua”. Selama tiga tahun membimbing, ia dikenal sebagai guru yang sabar, penuh perhatian, dan berhasil membangun ikatan solid di dalam kelas hingga meraih berbagai prestasi.

“Mobil ini tidak sebanding dengan semua ilmu, kesabaran, dan kenangan berharga yang Ibu berikan untuk kami,” ungkap para siswa dalam keterangan video yang menguras air mata netizen.

Tangis Haru di Momen Penyerahan

Momen penyerahan hadiah berlangsung sangat emosional. Bu Ismi tampak tak kuasa menahan tangis saat mengetahui bahwa mobil tersebut merupakan hasil jerih payah murid-muridnya yang menyisihkan uang jajan selama tiga tahun. Pelukan hangat dari para siswa menutup pertemuan tersebut sebagai tanda perpisahan menjelang kelulusan.

Kisah inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa karakter jujur dan nilai berbagi yang diajarkan di sekolah dapat berbuah manis. Dari sekadar uang kas kelas yang tidak dipakai jajan, kini berubah menjadi kendaraan penuh makna sebagai simbol bakti murid kepada guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *