CIMAHI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah siswa di SDN Cimahi Mandiri 4 dilaporkan mengalami gejala mual dan pusing usai menerima paket makanan yang dibagikan pada Rabu (25/2/2026). Pihak sekolah segera mengambil tindakan darurat setelah mencium aroma tidak sedap dari menu yang disajikan.
Kepala SDN Cimahi Mandiri 4, Eka Nugrahawati, mengonfirmasi bahwa kendala pada kualitas makanan terdeteksi tak lama setelah paket didistribusikan ke ruang-ruang kelas.
Menu Nasi Onigiri Berbau Asam
Laporan awal bermula dari keluhan siswa dan guru yang mencium bau asam menyengat dari nasi onigiri yang menjadi menu utama hari itu. Menyadari adanya potensi bahaya, pihak sekolah langsung memberikan peringatan dini kepada seluruh warga sekolah dan orang tua.
“Sejak pagi memang tercium bau asam dari nasi onigiri. Saya sempat menyampaikan di grup WhatsApp orang tua agar makanan tersebut tidak dikonsumsi jika tercium bau tidak sedap,” ungkap Eka saat memberikan keterangan, Jumat (27/2/2026).
Selain nasi, item lain dalam paket MBG tersebut berupa telur rebus yang diduga belum matang sempurna. Hal ini menambah kekhawatiran terkait standar higienitas dan proses pengolahan makanan oleh pihak penyedia katering.
Kondisi Siswa dan Penanganan Medis
Beberapa siswa yang telanjur mengonsumsi sedikit bagian dari makanan tersebut dilaporkan mengalami gejala ringan seperti mual dan pusing. Meski sempat memicu kepanikan, pihak sekolah memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan siswa yang harus menjalani rawat inap atau berada dalam kondisi serius.
Pihak sekolah terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan para siswa dan meminta orang tua segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala berlanjut.
Evaluasi Ketat Penyedia Katering
Insiden ini menjadi catatan merah bagi pelaksanaan program MBG di wilayah Cimahi. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri rantai distribusi dan proses produksi makanan tersebut.
Pemerintah Kota Cimahi diharapkan melakukan audit total terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyedia jasa makanan. Pengawasan ketat sebelum makanan sampai ke tangan siswa menjadi harga mati agar tujuan mulia program gizi nasional ini tidak justru membahayakan kesehatan generasi penerus bangsa.












