25 Oktober 2024 – Menyuarakan pentingnya perlindungan anak dan masa depan mereka, Save the Children menggelar sosialisasi mengenai isu perkawinan anak, dini, dan paksa di Kantor Camat Kodi Balaghar. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komunitas Agen Perubahan Save the Children dan Sumba Cendekia Bestari yang menjalankan program SHIFT. Sosialisasi ini menyasar seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua dengan tujuan mengajak mereka untuk bersama-sama menolak praktik perkawinan anak yang merugikan.
Sosialisasi yang berlangsung pada hari Jumat (25/10/2024) ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat Sumba Barat Daya (SBD), khususnya di Kecamatan Kodi Balaghar tentang bahaya perkawinan anak. Perkawinan anak tidak hanya merugikan anak itu sendiri tetapi juga berdampak negatif bagi perkembangan masyarakat dan daerah.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat SBD untuk bersama-sama menolak praktik perkawinan anak,” ujar Angela Tao.
“Kami ingin menciptakan perubahan positif di masyarakat, di mana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan bahagia serta memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang cerah,” ungkap Angela siswi SMA yang muda dan sangat energik.
“Melalui program SHIFT kami berkomitmen untuk mendukung upaya pencegahan perkawinan anak di SBD dan memastikan bahwa anak-anak dapat menikmati hak-hak mereka,” ucap pelaksana kegiatan.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan perkawinan anak di SBD. Pemerintah Kabupaten SBD berkomitmen untuk terus berupaya melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi termasuk perkawinan anak.













