MOJOSARI — Sebuah insiden berdarah yang nyaris merenggut nyawa mewarnai transaksi jual beli ponsel dengan sistem Cash on Delivery (COD). Seorang pemuda asal wilayah Mojosari harus menelan pil pahit setelah aksi nekatnya merampok penjual HP berakhir tragis bagi dirinya sendiri, Sabtu (21/3/2026).
Pelaku yang semula berniat menguasai barang berharga milik korban, justru tersungkur setelah menyadari bahwa calon korbannya bukanlah orang sembarangan.
Kronologi: Sajam di Balik Transaksi Palsu
Peristiwa bermula saat pelaku menghubungi korban dengan berpura-pura ingin membeli satu unit ponsel. Keduanya sepakat melakukan transaksi COD di kediaman korban agar merasa lebih aman. Namun, bukannya membawa uang tunai sesuai kesepakatan, pelaku justru datang dengan membawa senjata tajam (sajam) yang disembunyikan di balik pakaiannya.
Sesampainya di lokasi, pelaku langsung melancarkan aksi intimidasi. Ia nekat menyerang dan mencoba menusuk tuan rumah demi merebut ponsel incarannya secara paksa.
Nasib Sial: Menyerang Ahli Bela Diri
Rencana jahat pelaku berantakan seketika. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban yang diserang ternyata memiliki keahlian bela diri silat yang mumpuni.
Alih-alih berhasil merampas ponsel, pelaku justru berhasil dilumpuhkan oleh korban dengan tangan kosong. Perlawanan sengit dari korban membuat pelaku babak belur menerima “hadiah” serangan balik sebelum akhirnya warga sekitar berdatangan untuk mengamankan lokasi dari amukan massa yang lebih besar.
“Lebaran” di Balik Jeruji Besi
Aparat kepolisian segera tiba di lokasi untuk mengamankan pelaku. Saat ini, pria asal Mojosari tersebut telah mendekam di sel tahanan Polsek setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Akibat aksi kriminalnya yang nekat, pelaku dipastikan tidak akan merayakan Idulfitri di rumah, melainkan harus menjalani masa penahanan dan pemeriksaan intensif di kantor polisi.
Tips Aman Transaksi COD bagi Penjual Online
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pedagang online. Meski transaksi dilakukan di rumah sendiri, kewaspadaan tidak boleh kendur. Berikut adalah imbauan untuk menjaga keselamatan:
-
Jangan Sendirian: Pastikan ada anggota keluarga atau rekan yang mendampingi saat menemui tamu COD.
-
Pantauan Kamera: Sebisa mungkin lakukan transaksi di area yang terpantau CCTV atau di tempat publik yang ramai.
-
Waspadai Gelagat: Perhatikan gerak-gerik mencurigakan, seperti menolak menunjukkan identitas atau tampak gelisah saat memeriksa barang.












