Rp1,2 Miliar Zakat Terkumpul, Lazismu Delanggu Santuni Ratusan Guru TPQ dan Marbot

KLATEN – Komitmen memuliakan pejuang agama ditunjukkan Lazismu Delanggu. Pada Minggu (1/11/2026), sebanyak 328 guru TPQ dan penjaga masjid (marbot) se-Kecamatan Delanggu menerima penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk asnaf fi sabilillah. Kegiatan yang digelar di Aula RSU PKU Muhammadiyah Delanggu ini mendapat apresiasi langsung dari Plt Bupati Klaten, Yulindha Mahanni Pratiwi.

Acara penyaluran ini merupakan agenda rutin tahunan Lazismu Delanggu. Tahun ini, sebanyak 233 guru TPQ dan 95 penjaga masjid menerima santunan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjaga dan mengajarkan Al-Qur’an.

Ketua Lazismu Delanggu, Buya Al Ghazali, menjelaskan bahwa perolehan zakat tahun ini mengalami kenaikan signifikan.

“Tahun ini kebetulan naik 7 persen dari tahun sebelumnya. Untuk tahun ini kita peroleh Rp1 miliar 219 juta. Target kami untuk tahun depan naik lagi 5 sampai 10 persen,” ujarnya.

Berbagai Program Sosial Telah Disalurkan

Tak hanya untuk guru TPQ dan marbot, Lazismu Delanggu juga telah menyalurkan berbagai program sosial lainnya di wilayah Kecamatan Delanggu. Program tersebut di antaranya bantuan layanan rumah sakit untuk 2.350 penerima, bantuan modal UMKM untuk 48 orang, santunan 60 orang tua yatim, bantuan SPP untuk siswa tidak mampu se-Kecamatan Delanggu, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Sementara itu, Plt Bupati Klaten Yulindha Mahanni Pratiwi, yang akrab disapa Linda Beny, mengapresiasi langkah Lazismu Delanggu. Ia menilai kegiatan ini termasuk dalam sepuluh program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Klaten serta sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Klaten.

Guru TPQ Benteng Moral Generasi Muda

Dalam pidato resminya, Linda Beny memberikan penghargaan khusus kepada para guru TPQ dan marbot. Ia menyebut guru TPQ sebagai benteng moral generasi muda.

“Para guru TPA/TPQ adalah benteng moral generasi muda kita. Di tangan panjenengan, anak-anak Klaten diajarkan mencintai Al-Qur’an, mengenal akhlak mulia, dan dipersiapkan menjadi generasi emas yang berkarakter Islami. Tugas ini adalah tugas suci yang tidak bisa dinilai semata dengan materi,” tegas Linda Beny.

Ia juga menyebut penjaga masjid sebagai pahlawan sunyi yang menjaga tegaknya syiar Islam di Bumi Klaten Bersinar.

Dengan adanya sinergi antara Lazismu dan Pemerintah Kabupaten Klaten ini, diharapkan semangat para pejuang agama semakin meningkat dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Delanggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *